|
| |
|
|
Rupiah Tembus 9.300
JAKARTA -- Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata sudah memicu kenaikan harga-harga barang, sehingga membuat para pelaku pasar khawatir akan tingginya inflasi. Alhasil, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah 63 poin menjadi Rp 9.300 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya, Rp 9.237.
Treasury PT Bank Niaga Tbk., Emmanuel K. Krisnijayanto, mengungkapkan kecemasan akan tingginya inflasi membuat para pelaku pasar enggan memegang rupiah. "Permintaan dolar dari korporat yang cukup tinggi untuk biaya impor minyak dan kebutuhan lainnya membuat rupiah loyo," ujarnya.
Naiknya nilai dolar terhadap mata uang dunia, karena membaiknya data ekonomi Amerika, juga turut mendukung pelemahan rupiah kali ini. Menurut dia, yang diperlukan saat ini adalah konsistensi bank sentral menjaga rupiah agar tidak anjlok lebih dalam. VIVA BK
|
|
|
| dibuat oleh danendro : Radja |
|
|
|
|