Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Timeline  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Selasa, 08 Maret 2005 | 12:00 WIB

1961

Borneo dibagi menjadi empat wilayah administrasi: Kalimantan (Indonesia), Brunei, dan dua koloni Inggris, yakni Sarawak dan Sabah. Dua koloni itu kemudian digabung dengan Malaya dan membentuk Malaysia. Pemerintahan Soekarno menentang dan menyebut Malaysia sebagai "boneka Inggris".

1963

20 Januari: Menteri Luar Negeri Soebandrio mengumumkan konfrontasi melawan Malaysia.
12 April: Sukarelawan Indonesia mulai masuk Sarawak dan Sabah.
27 Juli: Presiden Soekarno menyerukan "ganyang Malaysia".
16 Agustus: Pasukan Gurkha bertempur dengan 15 gerilyawan Indonesia.
16 September: Federasi Malaysia resmi berdiri. Brunei dan Singapura memutuskan berdiri sendiri.
18 September: Kedutaan Inggris di Jakarta dibakar. Di Kuala Lumpur, para diplomat Indonesia ditangkapi dan kedutaannya diserang.

1964

Agustus: 16 prajurit Indonesia ditangkap di Johor.
17 Agustus: 17 penerjun Indonesia mendarat di selatan Johor.
2 September: Para penerjun Indonesia tiba di Labis, Johor.
29 Oktober: 52 tentara Indonesia mendarat di Pontian, perbatasan Johor-Malaka. Namun, mereka ditangkap oleh pasukan Selandia Baru.
November: PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap, Soekarno memutuskan Indonesia keluar dari lembaga itu. Conference of New Emerging Forces (Conefo) dibentuk.


1965

28 Juni: Pasukan Indonesia memasuki Pulau Sebatik dan terlibat kontak senjata dengan pasukan Malaysia yang dibantu Inggris.
Oktober: Jenderal Soeharto menggantikan Soekarno, konflik RI dengan Malaysia berangsur reda.

1966

28 Mei: RI dan Malaysia sepakat mengakhiri konflik dalam sebuah konferensi di Bangkok, Thailand.



Sumber: www.scramble.nl, www.nationmaster.com, TDLM


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komisi I DPR akan Berunjuk Rasa Menetang Malaysia
Demo Menentang Malaysia Terus Berlanjut
KSAD: Kostrad Siap Hadapi Segala Upaya Usik Kedaulatan
Relawan Gasak Malaysia Mulai Latihan Militer
Agung Laksono Minta Pemerintah Ambil Tindakan Militer
Indonesia-Malaysia Sepakat Redakan Ketegangan
TNI AU Kirim Empat F-16 ke Ambalat
Ketua MPR : Tolak Internasionalisasi Kasus Ambalat
Lambang : Posko Ganyang Malaysia Kekanakan
Pemuda Solo Bentuk Posko Lawan Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [11]

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data