|
Nasional
Kronologi Kasus 27 Juli 1996
Kamis, 10 Juni 2004 | 10:21 WIB
Kronologi Kasus 27 Juli 1996
Berawal dari pengambilalihan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat oleh massa DPP PDI hasil Kongres Medan pimpinan Soejadi. Pengambilalihan melalui kekerasan ini berlanjut pada kerusuhan massa di Jakarta
Sabtu 27 Juli 1996
- Pukul 06.00 WIB
Sekjen DPP PDI hasil kongres Medan, Buttu Hutapea memimpin 800 satuan tugas mengambil alih kantor DPP PDI. Bentrokan terjadi, kantor hancur berantakan akibat hujan batu.
- Pukul 09.00 WIB
Ratusan satgas PDI mendobrak pintu dan membakar barang-barang yang ada di dalam kantor. Tak lama kemudian sekitar 10 orang digotong dari kantor DPP PDI, diperkirakan mereka adalah pendukung Megawati. Akibat bentrokan tersebut, sebuah sepeda motor dan sebuah mobil jip yang berada di halaman kantor rusak diamuk massa.
- Pukul 14.00 WIB
Massa masih berkumpul di halaman gedung bioskop Megaria dan sepanjang Jalan Diponegoro. Mereka berusaha menerobos barikade aparat keamanan dengan melakukan pelemparan-pelemparan ke arah aparat. Massa semakin beringas, Kapolres Jakarta Pusat mengintruksikan untuk menyerbu. Pasukan lapis kedua menyerbu massa sehingga kerumunan massa lari terpencar dan terkonsentrasi dalam tiga kelompok, yakni Jalan Salemba Raya, Jalan Proklamasi, dan Jalan Cikini. Lima panser dari arah Cikini disertai ratusan aparat keamanan mengendarai belasan truk dan tiga mobil gas air ata detasemen berat PHH serta satu mobil recovery.
- Pukul 14.45 WIB
Massa yang berpencar ke beberapa lokasi mulai bertindak: membakar, melempar, merusak. Tiga bus dibakar, gedung Persit Kartika Chandra Kirana, gedung Direktorat Jenderal Peternakan, Gedung Bank Swansarindo International, Gedung Toyota Auto 2000, Bank Mayapada, Gedung Darmex, PT Pertamina Tongkang, Bank BBD, serta sejumlah bangunan di sepanjang jalan menuju Pasar Senin rusak.
Partai Rakyat Demokratik (PRD) pimpinan Budiman Sudjatmiko dituding sebagai dalang kerusuhan. Sebelum 27 Juli, hampir selama sebulan, aktivis PRD turut menggelar orasi di halaman kantor DPP PDI. Budiman dan kawan-kawan diburu dan ditangkap serta diadili. Mereka dituduh melakukan tindakan subversif berkaitan dengan kegiatannya di PRD yang dipimpinnya bukan dalam kaitan kerusuhan.
Pusat Data dan Analisis (PDAT) Tempo
|