Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Timeline  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Nasional

Sejarah TNI AU
Senin, 10 Mei 2004 | 15:37 WIB

TEMPO Interaktif :

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR Jawatan Penerbangan di bawah pimpinan Komodor Udara Suryadi Suryadarma.

Pada 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI. Sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946 TRI Jawatan Penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat tua hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Churen, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU.

Usai keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberap aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depo logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain C-47 Dakota, B-25 Mitchell, P-51 Mustang, AT-6 Harvard, PBY-5 Catalina, dan Lockheed L-12.

Tahun 1950, TNI AU mengirimkan 60 orang calon penerbang ke California Amerika Serikat, mengikuti pendidikan terbang pada Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA).

Tahun 1950, TNI AU memiliki pesawat dari Uni Sovyet dan Eropa Timur, yaitu MiG-17, pembom TUPOLEV TU-2, dan pemburu LAVOCKHIN LA-11. Pesawat-pesawat ini memiliki peranan dalam pelaksanaan Operasi Trikora dan Dwikora.

Kebesaran TNI AU mencapai puncak keemasan ketika dipimpin oleh KASAU Kedua Marsekal Madya TNI Omar Dhani. Perjalanan TNI AU mengalami masa keemasan hingga awal 1960-an, untuk kemudian memudar pada pertengahan 1960-an.

TNI AU kembali bangkit pada awal tahun 1980-an dengan kedatangan pesawat OV-10 Bronco, A-4 Sky Hawk, F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon, dan Hawk 100/200.

Pusat Data dan Analisa Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panglima Belum Pastikan Pembebasan Fery
Panglima TNI dan KPK Bahas Korupsi Puteh Besok
AJI Serukan Jaminan Keamanaan Pembebasan Fery
Dubes RI: KBRI Tak Ikut Negosiasi Heli Mi-17
Panglima Instruksikan Tembak Mati Sniper
TNI Akan Cegah Laskar Jihad ke Ambon
Pangdam Iskandar Muda Siap Pertanggungjawabkan Dana
Mantan Dandim 0502 Tidak Mau Bertanggung-jawab
Mantan Dandim 0502 Jakarta Utara Dituntut Sepuluh Tahun Penjara
Dua Kopassus dan Tujuh GAM Tewas di Aceh Timur
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Spesifikasi F-16
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [8]

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data