|
SEA Games XXII
Nurdin Halid: Perjuangan Belum Selesai
05 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Hanoi: Pintu Indonesia untuk menembus semifinal cabang sepak bola SEA Games ke-22 belum tertutup sama sekali. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, masih tetap yakin pasukan Serghei Dubrovin bisa memenuhi target, maju ke putaran empat besar.
"Perjuangan belum selesai. Meski terasa berat melawan Thailand, saya tetap optimis tim kita lolos ke semifinal," kata Nurdin setelah Bambang Pamungkas dan kawan-kawan menyerah 0-1 dari tuan rumah Vietnam, kemarin.
Peluang Indonesia memang belum tertutup. Thailand yang menjadi lawan terakhir pada Minggu (7/12) di Stadion Thien Truong, sekitar 80 km dari Kota Hanoi, bisa jadi mengganjal tim nasional. Namun, Thailand yang kemarin menggilas Laos 6-0 langkahnya juga bisa terhenti jika kalah 0-1 dari Indonesia.
Dengan perolehan tiga nilai dari dua pertandingan, Indonesia saat ini menempati urutan ketiga di bawah Vietnam dan Thailand. Dua tim teratas ini sama-sama meraup nilai empat dari hasil sekali menang dan sekali seri.
"Kekalahan ini belum mengubur peluang kita untuk ke babak semifinal. Kesempatan itu masih terbuka dan saya masih optimistis," kata Nurdin lagi.
Didesak apakah dia kecewa dengan kekalahan dari Vietnam ini, Nurdin mengakui dirinya merasa biasa-biasa saja. "Tidak perlu kecewa karena para pemain sudah berjuang dengan sebaik-baiknya. Mari berpikir positif bahwa peluang itu masih tetap terbuka. Pertempuran belum selesai," ujar ketua umum yang baru saja menggantikan posisi Agum Gumelar itu.
Beberapa saat seusai pertandingan Nurdin Halid mendatangi ruang ganti tim Indonesia, menyalami dan memeluk para pemain satu per satu. Dia terlihat cukup lama berbicara perlahan dengan Edu Juanda, yang dikeluarkan dari lapangan pertandingan oleh wasit setelah memperoleh kartu kuning keduanya di menit ke-55.
"Ini bukan kesalahan kamu. Saya harap kamu tetap percaya diri," katanya.
Tanpa bermaksud mencari pembenaran dari kekalahan timnya, Nurdin mengisyaratkan kekecewaannya pada kepemimpinan wasit Lee Young-chun (Korsel) yang dinilainya agak berpihak pada tim tuan rumah. Walau begitu, secara umum Nurdin tetap memuji penampilan para pemain Vietnam yang disebutnya mampu memperagakan sepak bola atraktif, terutama di babak pertama.
"Pada 45 menit pertama ini penampilan tim kita sendiri tak terlalu baik, dan para pemain baru mampu memberikan perlawanan di babak kedua meski keberuntungan tidak berpihak pada kita," ujar Nurdin.
Sementara itu, pada pertandingan sebelumnya di tempat sama, juara bertahan Thailand menghujani gawang Laos dengan enam gol tanpa balas. Thailand benar-benar berupaya memanfaatkan Laos sebagai lumbung gol. Mereka terus menekan pertahanan Laos hingga pertandingan berakhir.
Laos yang sebelumnya tampil lumayan saat menghadapi Indonesia di pertandingan perdana, kali ini sulit mengembangkan permainannya. Sarayoot Chaikamdee, pemain bernomor 17 dari Thailand, pada pertandingan ini menjadi pencetak gol terbanyak dengan empat gol yang dicetak di menit ke-2, 23, 25, dan 29. Dua gol kemenangan Thailand lainnya dibuat oleh Rungroj Sawingsri dan Teerataep Wingthai, masing-masing di menit ke-69 dan 90.
Seperti tim putra, peluang tim putri untuk menembus semifinal juga sama beratnya. Kemarin, mereka lagi-lagi gagal memetik poin penuh. Olice Sibi dan kawan-kawan dipaksa Filipina bermain imbang 1-1.
Dengan hanya memperoleh satu angka dari dua pertandingan yang sudah dijalani di penyisihan Grup A itu, putri Indonesia sementara masih terpaku di urutan keempat di bawah tuan rumah Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Pada pertandingan pertama sebelumnya, Indonesia digunduli Vietnam 0-6.
Menghadapi Filipina di Stadion Lach Tray, Hai Pong, itu, putri Indonesia agak mengejutkan, tampil dengan permainan keras sehingga wasit Tantiparsopiap Benjawan dari Thailand berkali-kali memberikan peringatan kepada para pemain Indonesia. Lima pemain Indonesia bahkan memperoleh kartu kuning, dan puncaknya terjadi di menit ke-78 ketika pemain belakang Harina Ohee dikeluarkan dari lapangan setelah melakukan pelanggaran keras buat kedua kalinya.
Setelah terjadinya gol bunuh diri oleh Gusriwati di menit ke-17 dan Jenny Merlin Yansip (39), tim Indonesia memang lebih banyak bertahan total dan hanya sesekali berhasil menembus pertahanan Filipina.
Tim Koran Tempo
|