|
Berita terkait selengkapnya
BI Sudah Lacak Aset Pemilik BDB dab Bank Asiatic di Luar Negeri
>
Ratusan Ribu Dollar Australia Milik Hendra Rahardja Disita
>
Polisi Awasi Pengelola BDB
>
Pemerintah Optimis Serap Kembali Uang Beredar
>
Indonesia Dipersilahkan Gugat Agus Anwar di Singapura
>
Wiranto: Golkar Memimpin, Dijamin Tidak Ada Koruptor
>
BPPN Minta Perjanjian Soal Utang Dipasena
>
Batas Perpanjangan Pemberian Surat Lunas Berakhir
>
Pertumbuhan Ekonomi 2005 Ditargetkan Lima Persen
>
Asia Financial Indonesia Miliki 62 Persen Saham Bank Danamon
>
Kwik: Minat Investor Cenderung Negatif
>
Boediono Optimis Investasi Mengalir Akhir 2004
>
Hamzah: Krisis Bangsa Akibat Kesalahan Orde Baru
>
Obligor Bermasalah Diberi Waktu Sampai Akhir Maret
>
BPPN Akan Berikan Rp 150 Miliar Dana Talangan Ke PPAN
>
BI Kaji Penghapusan Suku Bunga Penjaminan
>
Sjamsul Nursalim Dapat Surat Lunas Dengan Syarat
>
Kejaksaan Masih Menunda Eksekusi Cessie Bank Bali
>
BPPN Siap Hadapi Gugatan PT Texmaco
>
Kesepakatan Pinjaman Darurat Bank Diteken
>
Anthony Salim Telah Dapatkan Surat Lunas Utang
>
Pemerintah Beri Pinjaman Darurat Pada Bank
>
Kejaksaan Jamin Pande Lubis Tidak Melarikan Diri
>
Permata Segera Eksekusi Dana Cessie
>
Dirut Permata Tolak Cairkan Cessie
>
Dirut Permata Optimis Dana Cessie Tidak Akan Dicairkan
>
Pemerintah Pertimbangkan Saran IMF
>
BI Tidak Berkepentingan Menyelidiki Keterlibatan Riady
>
Ekonom: Presiden Mendatang Harus Fokus ke Pemulihan Ekonomi
>
Cessie Bank Bali Bukan Urusan Mensesneg
>
Kronologi Skandal Bank Bali
>
Kejaksaan Akan Cairkan Cessie Bank Bali
>
SBI Ditekan Hingga di Bawah 7 Persen
>
Kejaksaan Tunggu Laporan BPPN
>
IMF Kaji Kemajuan Ekonomi Indonesia
>
Kejaksaan Bantah Ikut Mengusut Kasus Texmaco
>
Polisi Kumpulkan Bukti Kasus Texmaco
>
Direktur Indef: Syafruddin Bisa Keluarkan Surat Keterangan Lunas
>
Syafruddin Tidak Bisa Keluarkan Surat Lunas
>
Kwik: Yang Mimpin PPAN Jangan Orang BPPN
>
Bila Perlu, BPK akan Audit Investigasi BPPN
>
Tutut Mendapat Surat Lunas dari BPPN
>
BPPN Alihkan Rp 10,817 Triliun Nilai Aset ke Lembaga Baru
>
Penjamin Kewajiban Pembayaran Diserahkan ke Menkeu
>
Tim Pemberesan BPPN Mulai Bertugas Hari Ini
>
Presiden Menilai Pesangon BPPN Wajar
>
Kredit Macet Koperasi Hanya 20 Persen
>
Tiga Keppres dan Satu PP Keluar Soal Pembubaran BPPN
>
Karyawan BPPN Belum Terima Pesangon
>
Dana Operasional BPPN Rp 6 Triliun
>
Syafruddin:
>
Pesangon BPPN Dibayar dari Bunga
>
Tim Pemberesan BPPN Diberi Waktu Dua Bulan
>
Fit And Proper Swissasia Selesai
>
24 Saksi Diperiksa Terkait Rekening 502
>
Pesangon BPPN Akan Diumumkan 27 Februari
>
Seluruh Utang Texmaco Jatuh Tempo
>
65 Hakim Terancam Tak Punya Rumah
>
Polisi Kaji L/C Texmaco di BNI
>
BEJ Cabut Suspensi 4 Saham Bank yang Dijual BPPN
>
Enam Pengutang Kembali Dapat Surat Lunas
>
BEJ Suspend Saham Bank BCA, Danamon, BII, dan Niaga
>
BPK Minta BPPN Kumpulkan Data untuk Audit
>
BPK Selesaikan Sebagian Audit Kinerja BPPN
>
Beberapa Obligor Dinyatakan Tidak Kooperatif
>
Penawar Texmaco Tidak Disetujui
>
Polri Akan Periksa Saksi BI Terkait Rekening 502
>
Investor Baru Harus Tanggung Utang Texmaco
>
Sementara, PPAN Akan Dibiayai Departemen Keuangan
>
BPPN Minta Investor Lippo Lengkapi Dokumen Uji
>
Aset Soedono Salim di BPPN Sudah Terjual Semua
>
BPPN Tidak Bertanggung Jawab Atas Tuntutan Ganti Rugi Pasca Surat Lunas
>
Lembaga Penganti BPPN akan Diberi Modal untuk Lima Tahun
>
Direktorat Lelang Negara Bisa Jual Aset BPPN
>
BPPN Akan Tunjuk Komisaris Independen di Lippo
>
DPR Setuju BPPN Jual Bank Permata
>
BPPN Akan Keluarkan Lima Surat Lunas
>
BPPN Ingin Segera Selesaikan Divestasi Bank Permata
>
BPPN Minta BI Tanda Tangani Perjanjian Jual Beli Bank Lippo
>
Utang Dianggap Lunas, Sjamsul Segera Bebas
>
BPPN Bisa Gugat Balik Pemilik Lama Gedung Aspac
>
BPPN Surati Kepala Polri Soal Kasus Aspac
>
Terdakwa KLBI Dituntut Delapan Tahun Penjara
>
Aset 16 Bank Beku Masih Rp 9 Triliun Lebih
>
Tidak Ada Keterangan Lunas Setelah BPPN Bubar
>
Syafruddin: Texmaco Tidak Akan Diobral
>
IBRA Head: Texmaco Will Not Be Sold Off Below Floor Price
>
Lembaga Pengganti BPPN Akan Digaji Khusus
>
Kepala BPPN: Audit BPPN Selama Enam Bulan
>
Sidang Kabinet Tetapkan Pesangon BPPN
>
Pemerintah Jamin Perlindungan Hukum Pejabat BPPN
>
Sidang Kabinet Bahas BPPN dan RAPBN 2005
>
Pemerintah Sediakan Rp 2,3 Triliun untuk Rumah Murah
>
BPPN Sampaikan Konsep Pesangon, Besok
>
Kwik: Tuntutan BPPN Tidak Masuk Akal
>
Laksamana: Pejabat BPPN Tidak Kebal Hukum
>
Laba Rugi Bank Lippo Mungkin Saja Direkayasa
>
Kwik: Nursalim Tak Pantas Terima Surat Pengampunan
>
Indonesian Tycoon Sjamsul Nursalim Does Not Deserve Release and Discharge Letter
>
BPPN Desak Nursalim Selesaikan Sisa Kewajibannya
>
Sjamsul Nursalim Dianggap Kooperatif
>
Faisal Basri: Pemberian Surat Lunas Tidak Masuk Akal
>
Aset Properti BPPN Akan Dikelola Bapertarum
>
Menakertrans Minta Presiden Evaluasi Pesangon BPPN
>
Kwik: MoU Fungsi Penjamin Terakhir BI Mubazir
>
Sjamsul Nursalim Bakal Mendapat Pengampunan
>
Aset Hendra Rahardja di Australia Raib
>
BPK Belum Selesaikan Audit Kinerja BPPN
>
DPR akan Minta BPK Audit Kinerja BPPN
>
National Police HQ Questions Former IBRA Head Putu Ary Suta
>
Putu Ary Suta Diperiksa Mabes Polri
>
Faisal Basri: Pesangon BPPN Harus Sesuai UU Ketenagakerjaan
>
Rhenald Khasali: Pesangon BPPN Sesuai Risiko Pekerjaan
>
Menakertrans: Pesangon BPPN Terlalu Besar
>
Laksamana Minta Pesangon Karyawan BPPN Diturunkan
>
BPPN Siapkan Pengacara untuk Kasus Rekening 502
>
BPPN akan Laporkan Soal Pesangon
>
BPPN Siapkan Pesangon Setengah Triliun
>
Tersangka Kasus Rekening 502 Akan Bertambah
>
Tersangka Kasus BNI Bertambah Dua Orang
>
Dipastikan, BPPN Bubar 27 Februari 2004
>
Meneg BUMN Persilakan Bapepam Periksa Kasus BII
>
Tim Audit BPK Diperiksa
>
Polri Segera Periksa Mantan Gubernur BI dan Kepala BPPN
>
Texmaco Diserahkan ke KKSK
>
Texmaco Tetap Tidak Laku
>
BPPN Berikan Lagi Dua Surat Lunas Utang
>
Dua Mantan Pejabat BPPN Jadi Tersangka Rekening 502
>
BPK Minta BPPN Jelaskan Status Penerima R&D
>
BPK Segera Selesaikan Audit BPPN
>
BPK: Ada Penyimpangan Tindak Pidana di Rekening 502
>
BPPN Minta Obligor Bermasalah Selesaikan Utangnya
>
BPPN Panggil 14 Pengutang Kakap
>
BPPN: Ada Investor Minati Bank Permata
>
Penawaran Awal Bank Lippo akan Digelar Besok
>
BBPN Jual Asetnya Sesuai Harga Pasar
>
BBPN Belum Dapatkan Konfirmasi Tersangka Kasus 502
>
BPK Siap Bantu Polri dalam Kasus Rekening 502
>
Polisi: Beddu Amang, Ditahan Lebih Bagus
>
BPS: Inflasi 2003 Terendah
>
BPPN Targetkan Rp 5 Triliun Pada 2004
>
BPPN Tandatangani Surat Lunas Pengutang Kelas Kakap
>
Polri Akan Periksa Pejabat BPPN dan BI
>
Kwik Kian Gie : 2004, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 4 Persen
>
Pertumbuhan Ekonomi 2004 Bisa 5,4 Persen
>
APP Tak Boleh Beli Balik Utang, New Orleans Menangkan Tender APP
>
Angka Bunuh Diri di Bali Cenderung Meningkat
>
I Nyoman Sender Kembali Diperiksa
>
Ekonomi 2004 Bertumpu pada Sektor Konsumsi
>
BI: Kondisi Moneter 2003 Stabil
>
Penegakan Hukum Syarat Perbaikan Ekonomi
>
Sidang Paripurna DPR Didemo Humanika
>
Polisi Temukan Penyalahgunaan Dana Rekening 502
>
Polri Akan Minta Ijin BI Periksa Rekening 502
>
I Nyoman Sender Diperiksa Polisi Terkait Rekening 502
>
BPK Sudah Selesai Lakukan Audit Kinerja BPPN
>
BPPN Kembali Akan Jual 20 Persen Saham BII Senilai Rp. 670 Milyar
>
Sisa Aset BPPN Akan Dikelola BUMN Sementara
>
DPR Sepakati Usul Inisiatif RUU Mata Uang Rupiah
>
Target BPPN Maret-November Tak Tercapai
>
Konsorsium Sorak Pemilik BII
>
NTB Peroleh Rp 32 Miliar Untuk Pengentasan Kemiskinan
>
Tiga Konsorsium Diizinkan Ikut Divestasi Bank Lippo
>
Terbuka Kemungkinan APP Beli Kembali Asetnya
>
BI Tolak Usulan Bank Mandiri soal Kiani Kertas
>
BI Sepakat dengan Hasil Audit BPK
>
Target Privatisasi BUMN Tercapai
>
Ketua BPPN Bantah Harga Jual Lippo Bank Diturunkan
>
2004, Departemen Pemukiman Beli Tanah BPPN
>
Calon Investor Aset APP Diminta Menawar Ulang
>
BPPN Tolak Pengalihan Hak Tagih Kiani Kertas
>
Lippo Bank Kemungkinan Dijual Murah
>
Bank Sentral Korea Ijinkan Kookmin Bank Dalam Divestasi BII
>
DPR Minta BPPN Verifikasi Tugasnya
>
Divestasi Bank Permata Belum Dibahas
>
Pemerintah Dinilai Tidak Konsisten
>
BPPN akan Dekati Kreditur APP
>
BPPN Segera Diganti UPPP
>
Lembaga Penjamin Simpanan Pengganti BPPN
>
Kabinet Bahas Nasib BPPN Hari Ini
>
DPR Sepakati Hidupkan Kembali Rekening 502
>
Saham Nominal Baru BNI Diperdagangkan Akhir Tahun
>
BPPN: Divestasi BII Belum Efektif
>
Pemeritah Rugi Akibat Utang Texmaco
>
IMF Akui Salah Menangani Krisis Asia
>
BPPN Ajukan Opsi Dana Talangan ke PT. DI
>
Menkeu: Rasio Utang 2004 Mendekati 60 Persen
>
Dana Talangan Restrukturisasi US $ 50 Juta
>
Koalisi Ornop Menggugat White Paper
>
Texmaco Sulit Diselamatkan
>
BPPN Talangi Pesangon Karyawan PT Dirgantara Indonesia
>
Indonesia Tidak Memerlukan Avian Approach dari Paris Club
>
Tahun ini Daya Saing Indonesia Menurun
>
Untuk Ringankan Beban Utang, Pemerintah Akan Genjot PDB
>
Pemerintah Pelajari Skema Paris Club
>
Laba Bank Danamon Meningkat 43,9 Persen
>
BPPN: Penyelamatan Texmaco Jangan Membebani Rakyat
>
APP Restrukturisasi Utang US$ 6,7 Miliar
>
Keppres Tim Peningkatan Investasi Hampir Rampung
>
Konsorsium Sorak Setuju Naikkan Harga Penawaran
>
DPR Meminta Utang Dinegosiasikan Secara Bilateral
>
Bekas Aset Konglomerat Diminati Di Atas Harga Dasar
>
Sorak Financial Dinyatakan Sebagai Qualified Bidder
>
Dua Investor BII Ajukan Harga Diatas Ketentuan BPPN
>
Konsorsium UOB Undur Dari Divestasi BII
>
Perbankan Jadi Tergantung Bunga Obligasi Rekap
>
Konsorsium Bank Panin Diperbolehkan Ikut Penawaran Akhir
>
Pemimpin Tidak Cukup Usaha untuk Membangun Kepercayaan
>
Pengusaha Ragukan Komitmen Pemerintah dan DPR.
>
Akhirnya Bank Panin Ikut Penawaran Divestasi BII
>
Konsorsium Triton Gandeng China Trust Bank
>
Neraca Transaksi Defisit, Cadangan Devisa Tetap Aman
>
Pembangunan Sumber Daya Manusia Melambat
>
Menteri Keuangan: Tahun 2004 Penuh Ketidakpastian
>
ADB Pinjamkan Indonesia US$ 3,27 Miliar
>
Faisal Basri: Pemerintah Gagal Tarik Aset Konglomerat
>
Indonesia Lemah Buat Proposal Proyek
>
Kebijakan Moneter BI Tak Pengaruhi Saham Perbankan
>
Lepas Dari IMF Tak Jamin Ekonomi Membaik
>
Asia Financial Bank Memperbesar Porsi Saham
>
Industri Meubel Cirebon Terancam Gulung Tikar
>
Djatun: Kestabilan Ekonomi Kunci untuk Pengentasan Kemiskinan
>
BPPN Pesimis Panin Gandeng Bank Peringkat BB
>
Ekonomi 2004 Diproyeksikan Tumbuh Sekitar 3,8 – 4,5 Persen
>
Tahun Depan Angka Pengangguran Berkurang 8 hingga 9 Persen
>
Inflasi 2004 Berkisar 8,9 Hingga 10,5 Persen
>
Konsorsium Bank Panin Harus Selesaikan Due Diligence
>
Direktur Utama PT Sebatin Didakwa Korupsi
>
BPPN Pastikan Tanah "Bermasalah" di Tanjung Duren adalah Miliknya
>
Pemerintah Siapkan RUU Setiap Lembaga Keuangan
>
Gubernur BI: Sektor Riil Belum Berjalan
>
Menkeu: Dewan Supervisi untuk Memperkuat BI
>
BPPN Klaim Tanah Penggusuran di Kampung Sawah
>
Kredit Macet Bank Diperkirakan akan Naik Lagi
>
Besok, Komite Kebijakan Putuskan Surat Lunas
>
Gubernur BI: Kredit Macet Berpotensi Meningkat
>
Peminat Bank Lippo Diminta Perbaiki Struktur Konsorsium
>
Pemerintah: White Paper Sangat Realistis
>
Karyawan Texmaco dan BPPN Membuat Kesepakatan
>
Ribuan Karyawan Texmaco Demo di BPPN
>
BII Yakin Dengan Calon Investor Baru
>
Karyawan Texmaco Akan Demo BPPN Besok
>
BPK Temukan Penyimpangan Rp 23 Triliun
>
Perubahan UU Lamban, Pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi Terancam Molor
>
Nasib Texmaco Menunggu Hasil PPAS II
>
Pengamat: White Paper Kebijakan yang Birokratis
>
Pelaku Bisnis Ikut Mengawasi White Paper
>
|