|
Juve Tawarkan Barter Pemain untuk Dapatkan Vieira
Selasa, 12 Juli 2005 | 21:25 WIB
TEMPO Interaktif, Turin: Juventus ngebet menggaet Patrick Vieira dari Arsenal. Tapi harga 15 juta pound sterling (Rp 259 miliar) yang dipatok Highbury rupanya tak cocok dengan kocek Delle Alpi.
Karena itu, Wakil Presiden Juve Roberto Bettega, yang pekan ini bertandang ke London, akan menawarkan barter pemain.
Luciano Moggi, general manager dan pejabat urusan transfer Juve, menyatakan bahwa Bianconeri hanya siap bernegosiasi pertukaran pemain atau mengontrak pemain yang berstatus bebas transfer. "Tim kami sudah siap menghadapi musim baru," kata Moggi saat latihan pertama pramusim pasukannya di Turin, Senin (11/7).
Moggi mengakui, belum lama ini dia ke London untuk urusan bisnis dan bertemu dengan pelatih Arsenal Arsene Wenger. Tapi dia tak mau berkomentar soal pemain yang diincar Juve. "Belum ada negosiasi soal Vieira. Saya pergi ke London untuk pemain lain, bukan Vieira," katanya kepada L'Equipe.
Pertimbangan kondisi finansial menjadi salah satu faktor keengganan Juve merogoh kocek lebih dalam. Paling banter Juve berani menawar Vieira dengan 5-6 juta pound sterling plus satu atau dua pemain.
Bek kanan asal Prancis, Jonathan Zebina, 26 tahun, termasuk salah satu yang siap dilepas Juve untuk barter satu paket dengan gelandang Stephen Appiah.
Wenger musim lalu sempat melirik Appiah. Kapten asal Ghana berusia 24 tahun ini tak dipasang di barisan reguler Juve musim lalu. Juve dikabarkan siap memberi Vieira kontrak empat tahun senilai 3 juta pound sterling semusim. Gaji ini bisa menjadikan Vieira salah satu pemain termahal di Juve di bawah Alessandro Del Piero dan David Trezeguet.
Pelatih Fabio Capello, yang bekerja bersama Vieira di Milan pada musim 1995-1996, melihat kapten tim nasional Prancis itu sebagai mitra sempurna bagi Emerson dari Brasil di posisi tengah.
Arsenal membenarkan adanya tawaran dari Juve. Presiden Arsenal Peter Hill-Wood mengatakan, klubnya mungkin akan menjual pemain berusia 29 tahun itu, yang kontraknya berlaku sampai 2007. "Tapi kami belum memutuskan apakah kami akan berbicara dengan mereka atau tidak," kata Hill-Wood, seperti dikutip Daily Star. BBC/ GUARDIAN/AFP/YANTO M
INDEKS BERITA LAINNYA :
|