Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

F1 di Amerika Terancam Berakhir
Senin, 20 Juni 2005 | 21:05 WIB

TEMPO Interaktif, Indianapolis:Grand Prix Formula Satu (F1) di Sirkuit Indianapolis pada Minggu lalu, yang dimenangkan pembalap Ferrari, Michael Schumacher, ada kemungkinan menjadi akhir riwayat olahraga jet darat itu di Amerika Serikat. Sebab, lomba yang hanya menyajikan enam pembalap dari tiga tim itu benar-benar mengecewakan penonton yang telah membeli tiket seharga rata-rata Rp 1 juta.
"Inilah malapetaka F1 di Amerika. Bahkan olahraga ini akan sulit untuk kembali pulih di seluruh utara Amerika (AS dan Kanada)," kata bos tim Williams Frank Williams dan pembalapnya Nick Heidfeld. Bahkan pembalap Sauber-Petronas, Jacques Villeneuve, mengatakan, F1 sudah kehilangan tempat di hati pencinta balap Amerika.
Betapa tidak, sekitar 100 ribu penonton yang memadati tribun Sirkuit Indianapolis dibuat melongo ketika 14 mobil dari tujuh tim meninggalkan lintasan untuk kembali masuk pit masing-masing. Padahal mereka baru saja melakukan pemanasan bersama enam pembalap lainnya dan bersiap untuk memulai lomba.
Para penonton tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi mereka merasa uang yang mereka keluarkan untuk membeli tiket dan akomodasi tidak sebanding dengan balapan yang hanya menampilkan enam pembalap itu. Mereka berteriak, mengejek, mencemooh, dan melempari botol bir ke sirkuit. Beberapa kali petugas sirkuit harus memungut botol yang bisa membahayakan enam pembalap itu.
Selain penonton, penyelenggara Grand Prix Amerika Serikat, Indianapolis Motor Speedway (IMS), merupakan pihak yang paling dirugikan akibat tragedi balapan dalam sejarah F1 tersebut. Presiden IMS, Joie Chitwood, mengatakan, bukan tidak mungkin balapan Minggu lalu merupakan akhir dari sirkus F1 di benua Amerika. Menurut Chitwood, tidak ada rencana membawa kembali F1 ke Amerika.
"Kami adalah korban, seperti juga para penonton, dari apa yang terjadi hari ini (Minggu). FIA sangat memahami posisi kami," kata Chitwood. Ia menegaskan, IMS segera melakukan evaluasi dan mengumumkan sikap akhirnya dalam waktu dekat. Padahal para pemimpin F1 baru saja membahas ada kemungkinan penyelenggaraan balap di Las Vegas atau New York.
Bos sirkus F1, Bernie Ecclestone, telah menyatakan permintaan maaf kepada penonton. "Saya sangat menyesalkan kejadian itu, mereka telah dibohongi," katanya. Ecclestone mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan mengganti uang tiket penonton, tapi dalam waktu dekat akan ada pemberitahuan resmi.
AFP

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pertandingan Baru Sebatas di Televisi  | 20 Oktober 1998
Kembalinya Si Flamboyan  | 14 Juni 1999
Makin Berumur Makin Berprestasi  | 07 Juni 1999
Jawara Bola dari Pabrik Susu  | 24 Mei 1999
Setan Merah yang Terkaya dan Terbaik  | 31 Mei 1999
Duit Mengalir dari Balap Mobil  | 23 Maret 1999
Temaramnya Sebuah Kerajaan Olahraga  | 16 Maret 1999
Buang Uang untuk Pelatih Impor  | 09 Maret 1999
Menjadi Pelatih di Negeri Seberang  | 09 Maret 1999
Harapan Inggris di Pundak Keegan  | 02 Maret 1999
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pemain bulutangkis Denmark/ pasangan ganda putra, Thomas Lund bersama John Holts Christiensen dengan pialanya setelah menjuarai kejuaraan bulutangkis All England di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816]. Fanny Habibie bersama para pemain bulutangkis Indonesia: Joko Suprianto, Susi Susanti, dan Heryanto Arbi di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].
Thomas Lund dan JH Christiensen
Fanny Habibie, Joko Suprianto, Susi Susanti dll
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

MU dan Chelsea Berebut Owen
Spurs Selangkah Menuju Puncak
Brasil Bersaing dengan Jepang
Jerman dan Argentina ke Semifinal
Persmin Kembali ke Puncak
Goosen Memimpin, Woods Optimistis
Robinho Menggoyang Eropa
Argentina Lewati Rintangan Pertama
Pelatnas Tinju Sulit Cari Lawan Tanding
Gelar domestik Inter setelah 16 tahun
> selengkapnya...


Referensi

Perolehan Medali PON Rabu (8/9)
Kepres nomor 72 Tahun 2001 Tentang Komite Olahraga Nasional Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Parlemen Dili Kritik Laporan Forensik Reinado
Calon Legislator PKS 40 Persen Perempuan
Kondisi Dalai Lama Stabil
Rumah Pengusaha Factory Outlet Disatroni Perampok
Bupati Banyuwangi Jadi Tersangka Korupsi

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data