Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PELATNAS SEA GAMES

Pelatnas Tinju Sulit Cari Lawan Tanding
Kamis, 16 Juni 2005 | 21:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Atlet tinju Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games 2005 kesulitan mencari lawan latih tanding. Pelatih kepala Welhelem Gommies mengatakan, setelah tim inti terbentuk pada awal bulan ini, para atlet hanya melakukan uji tanding dengan petinju junior dari sekolah olahraga Ragunan.
"Untuk sparring memang masih kurang. Kami mengandalkan atlet junior lokal," kata Welhelem di sela-sela sesi pelatnas di Senayan kemarin. Ia juga mengaku belum ada rencana untuk mencari lawan latih tanding dari luar negeri.
Padahal, selain disiapkan ke Manila, para atlet putra dan putri juga akan diterjunkan ke Kejuaraan Asia pada September dan Agustus mendatang. Khusus tim putra, sebelum ke luar negeri mereka akan tampil di ajang Kapolda Sumatera Utara Cup di Medan untuk menguji hasil pelatnas yang berlangsung sejak Februari lalu.
Kurangnya lawan latih tanding dikhawatirkan mempengaruhi penampilan di Manila. Selama ini cabang tinju termasuk penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia. Ketua Satuan Kerja Pelatnas SEA Games, Djoko Pramono, mengatakan, 14 petinju yang tergabung di pelatnas ditargetkan meraih medali. "Target kami meraih medali dari 13 kelas yang kami ikuti."
Menurut Djoko, target itu diyakini bisa tercapai karena peluang para petinju cukup besar. Di bagian putra, lawan tangguh Indonesia masih Thailand. Namun, Vietnam harus mulai diwaspadai karena mereka berusaha keras mengatasi ketertinggalan sejak beberapa tahun lalu.
Sedangkan di bagian putri, pelatih Nurlena mengatakan bahwa lawan kontingen Indonesia masih meraba-raba pesaing yang ada kemungkinan menjadi lawan berat. Maklum, tinju putri belum pernah dipertandingkan sebelumnya. Menurut data yang diperoleh Nurlena, pesaing utama ada kemungkinan Filipina, Vietnam, dan Thailand.
adek

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pemain bulutangkis Denmark/ pasangan ganda putra, Thomas Lund bersama John Holts Christiensen dengan pialanya setelah menjuarai kejuaraan bulutangkis All England di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816]. Fanny Habibie bersama para pemain bulutangkis Indonesia: Joko Suprianto, Susi Susanti, dan Heryanto Arbi di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].
Thomas Lund dan JH Christiensen
Fanny Habibie, Joko Suprianto, Susi Susanti dll
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gelar domestik Inter setelah 16 tahun
Problem Pertahanan Panser
Federer dan Sharapova Juara di Pemanasan Wimbledon
Tim Nasional PSSI Tidak Lagi Bisa Ganggu Liga
Jadwal Piala Konfederasi dan Siaran Langsung di SCTV
Brasil Ingin Balas Kekalahan dari Argentina
Spurs Memimpin 2-0
Inter Milan Unggul 2-0
Osasuna Incar Gelar Pertama dari Copa Del Ray
AS Roma dan Inter Buru Gelar Kompensasi
> selengkapnya...


Referensi

Perolehan Medali PON Rabu (8/9)
Kepres nomor 72 Tahun 2001 Tentang Komite Olahraga Nasional Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data