Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PIALA KONFEDERASI

Problem Pertahanan Panser
Kamis, 16 Juni 2005 | 20:45 WIB

TEMPO Interaktif, Frankurt:-- Walau menang 4-3 atas Australia pada Rabu malam (Kamis dini hari WIB) dalam pertandingan pertama di Piala Konfederasi, tim nasional Jerman tetap didera kritik. Pelatih pasukan Panser Juergen Klinsmann mengakui barisan belakangnya memang masih rapuh.
Kevin Kuranyi membuka kemenangan Jerman dengan gol pada menit ke-18. Tim Kanguru membalas lewat gol Josip Skoko pada menit ke-21. Per Mertesacker membawa Jerman kembali unggul 2-1 dua menit kemudian. Namun, John Aloisi membuktikan bahwa tim asuhan pelatih Frank Farina tak mudah takluk dengan menutup pertukaran gol dua-dua di babak pertama hanya dalam 13 menit.
Kapten tim Michael Ballack membobol gawang Australia dari titik putih pada menit ke-60 setelah wasit Carlos Amarilla asal Paraguay melihat Arne Friedrich dijatuhkan di kotak penalti oleh Ljubo Milicevic. Dua menit menjelang akhir, Lukas Podolski menambahkan satu gol lagi. Namun, Australia masih bisa menyengat lewat gol Aloisi saat injury time.
"Ini proses pembelajaran. Kami tahu, kami masih harus banyak belajar," kata Klinsmann seusai pertandingan. Kiper Oliver Kahn, yang hari itu merayakan ulang tahun ke-36, dibuat kelabakan karena garda belakang yang diawaki Mertesacker, Friedrich, dan Robert Huth memberi ruang yang terlalu longgar bagi serangan Australia.
"Memang ada problem di belakang. Pertahanan yang kami miliki memang masih muda dan tentu saja mereka membuat kesalahan," kata Klinsmann berkilah. Mestinya barisan gelandang memberikan perlindungan. Tapi, kata Klinsmann, sering hal itu tak terjadi. Menurut Klinsmann, timnya memang agak gugup. "Tapi kemenangan itu adalah hal yang paling penting."

AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pemain bulutangkis Denmark/ pasangan ganda putra, Thomas Lund bersama John Holts Christiensen dengan pialanya setelah menjuarai kejuaraan bulutangkis All England di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816]. Fanny Habibie bersama para pemain bulutangkis Indonesia: Joko Suprianto, Susi Susanti, dan Heryanto Arbi di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].
Thomas Lund dan JH Christiensen
Fanny Habibie, Joko Suprianto, Susi Susanti dll
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Federer dan Sharapova Juara di Pemanasan Wimbledon
Tim Nasional PSSI Tidak Lagi Bisa Ganggu Liga
Jadwal Piala Konfederasi dan Siaran Langsung di SCTV
Brasil Ingin Balas Kekalahan dari Argentina
Spurs Memimpin 2-0
Inter Milan Unggul 2-0
Osasuna Incar Gelar Pertama dari Copa Del Ray
AS Roma dan Inter Buru Gelar Kompensasi
Liverpool Bisa Pertahankan Gelar
Spurs Rebut Partai Pembuka
> selengkapnya...


Referensi

Perolehan Medali PON Rabu (8/9)
Kepres nomor 72 Tahun 2001 Tentang Komite Olahraga Nasional Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data