Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
  Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tyson Tantang McBride
Jum'at, 10 Juni 2005 | 22:00 WIB

TEMPO Interaktif, Washington:-- Delapan belas hari sebelum ulang tahunnya yang ke-39, "Si Leher Beton", Mike Tyson, kembali ke ring untuk bertarung melawan petinju Irlandia, Kevin McBride, dalam duel kelas berat (+86,1 kilogram) nongelar 10 ronde di MCI Center, Washington, DC, AS, Sabtu (11/6) atau Minggu (12/6) WIB.
Tyson tak pernah bertanding lagi sejak tulang lutut kirinya sobek ketika kalah knockout (KO) di ronde keempat melawan petinju Inggris, Danny Williams, Juli tahun lalu. Tyson bisa menjadi personifikasi dari Cinderella Man dalam versi abad ke-21 ini, sebuah film baru yang dibintangi Russell Crowe--yang memerankan James J. Braddock, seorang ayah yang berusaha mengatasi kemiskinannya dengan bertinju dan memenangi gelar juara kelas berat 70 tahun lalu. Senin ini adalah perayaan 70 tahun kemenangan Braddock atas Max Baer itu.
Kini Tyson juga sedang berjuang mengatasi kebangkrutan dan utangnya, tapi menjadi lebih "jinak" sejak menjadi ayah. Pada 1980-an, dia terkenal sebagai "Lelaki Terjahat di Planet ini" ketika masih mendominasi di tinju dunia kelas berat.
"Kehidupan saya juga sedang berlangsung seperti kisah Cinderella. Tanpa menghiraukan bagaimana seram dan durjana jika melihat masa lalu, saya pernah mempunyai sebuah kehidupan yang hebat. Terkadang saya melebihi kepahlawanan saya. Saya pernah memiliki kehidupan yang bagus dan itu berlangsung ketika sedang 'gila'," papar Tyson.
Kenangan atas Tyson memang tak bisa dilepaskan dari kontroversi yang ditimbulkan dari keliarannya. Misalnya, ketika dia menggigit kuping Evander Holyfield dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia kelas berat dan kasus-kasus pelecehan seksualnya. "Saya tak akan menggigit atau mematahkan lengan siapa pun," kata Tyson berjanji.
Bayaran dari pertarungan ini sangat penting buat Tyson, baik menang maupun kalah. Dia merencanakan mulai mencicil utang-utangnya dan merintis kembali kariernya di ring. Dengan mengagendakan enam pertandingan sebelum dia berusia 40 tahun, dia berharap merebut kembali gelar juara dunia kelas berat. "Kalah tidak masuk dalam pikiran saya. Tapi, jika itu terjadi, saya akan terus bertarung sampai saya mendapatkan apa yang saya inginkan dalam hidup ini," kata Tyson menegaskan.
AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pemain bulutangkis Denmark/ pasangan ganda putra, Thomas Lund bersama John Holts Christiensen dengan pialanya setelah menjuarai kejuaraan bulutangkis All England di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816]. Fanny Habibie bersama para pemain bulutangkis Indonesia: Joko Suprianto, Susi Susanti, dan Heryanto Arbi di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].
Thomas Lund dan JH Christiensen
Fanny Habibie, Joko Suprianto, Susi Susanti dll
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panasia Garuda Tundukkan Kalila, Jakarta
Dana SEA Games Cair Bulan Ini
Empat Macan Asia Lolos Lebih Dulu
Tyson Hadapi McBride Sabtu Mendatang
Satria Muda BRItama Menang Tipis
IBL Seri 10 Mulai Hari Ini di Palembang
Henin-Hardenne Lebih Diunggulkan
Norwegia Akan Hambat Laju Italia
M.Rachman Menjadi Promotor Tinju
Icuk Mundur Dari PBSI
> selengkapnya...


Referensi

Perolehan Medali PON Rabu (8/9)
Kepres nomor 72 Tahun 2001 Tentang Komite Olahraga Nasional Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data