|
Panasia Garuda Tundukkan Kalila, Jakarta
Jum'at, 10 Juni 2005 | 20:46 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Upaya tim tuan rumah Panasia Garuda untuk menuju final four Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2005 memetik hasil. Pada pertandingan seri 11 di GOR C-tra, Jum’at (10/6) petang, tim asuhan Heru Juharso ini mengalahkan Kalila, Jakarta, dengan nilai 55-47 (35-24). Total nilai yang dikumpulkan Panasia dari 13 kali main adalah 24. Selanjutnya, agar tiket final four benar-benar aman di genggaman, Heru bertekad untuk memetik kemenangan saat menjamu tim Citra Satria, Minggu (12/6) sore.
Para kuarter pertama, Panasia bermain lamban. Strategi ini ditempuh untuk membuat suasana lain bagi tim tamu. Sebab, selama ini, Kalila dikenal sebagai tim dengan tipe permainan cepat. "Jika kita bermain cepat, yang senang Kalila,"kata Heru. Kuarter ini ditutup dengan nilai imbang 16-16.
Memasuki kuarter-kuarter berikutnya, Panasia mulai bermain cepat. Begitu pula dengan Kalila. Kedudukan sempat sama 24-24 pada kuarter kedua. Perolehan angka berubah saat Yuliano Gandhi dari Panasia mencetak tiga poin, disusul rekannya Firmansyah sehingga kedudukan menjadi 30-24. Kuarter kedua ditutup dengan angka 35-24 untuk Panasia. Setelah itu, perolehan angka Panasia tak lagi bisa dikejar Kalila. Pada kuarter ketiga, Panasia unggul 43-29, dan ditutup dengan kedudukan total 55-47 pada kuarter terakhir.
Kemenangan Panasia disambut tempik sorak pendukungnya. Tapi, kebahagiaan penonton tak hanya itu. Pada kuarter ketiga, Andre Tiara, pemain Panasia, sempat memberi suguhan menarik dengan melakukan slamdunk. Selain itu, tercatat, ia menyumbang 10 angka bagi timnya. Jumlah yang sama disumbang rekannya, Yuliano Gandhi. Sementara, dari Kalila, nilai terbanyak didapat dari tembakan Kelly Purwanto, yakni 17 angka.
Pelatih kepala Kalila, Bambang Hermansyah, mengakui penampilan timnya memang terus mengalami penurunan. Sebelum di Bandung, sekadar pembanding, Kalila mengalami tiga kali kalah selama bertanding di Malang, Jawa Timur, 25-29 Mei lalu. Tim ini menyerah pada CLS Good Day (50-72), Bhinneka Sritex (56-71), dan Satria Muda BRItama (46-79). "Menghadapi Panasia, kami sudah bisa melakukan perlawanan saja, itu sudah bagus,"kata Bambang. Sehari sebelumnya, di tempat yang sama, Kalila juga ditundukkan Avian Bima Sakti (52-77). Sementara, IM Panasonic Telkomsel membukukan kemenangan atas Bhinneka Sritex 60-57.
Dwi Wiyana
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pemain bulutangkis Denmark/ pasangan ganda putra, Thomas Lund bersama John Holts Christiensen dengan pialanya setelah menjuarai kejuaraan bulutangkis All England di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].](/hg/photostock/2005/04/09/s_16D15007_high_thumb.jpg) |
![Fanny Habibie bersama para pemain bulutangkis Indonesia: Joko Suprianto, Susi Susanti, dan Heryanto Arbi di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].](/hg/photostock/2005/04/05/s_16D15009_high_thumb.jpg) |
| Thomas Lund dan JH Christiensen
|
|
| Fanny Habibie, Joko Suprianto, Susi Susanti dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|