|
Isu Teroris Tidak Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bukittinggi
Rabu, 09 Juli 2008 | 12:02 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:Isu teroris tentang Bukittinggi sebagai salah satu target teror bom yang dirancang kelompok jaringan teroris Noor Din M. Top tidak berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke Bukittinggi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat James Heliward mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dari travel agent yang mengabarkan adanya pembatalan dari wisatawan yang akan berkunjung ke Bukittinggi.
“Sejauh ini isu itu tidak berpengaruh terhadap tamu-tamu kita yang ingin datang ke Sumatera Barat. Yang jelas saat ini kita sudah koordinasi dengan PHRI, travel agent dan aparat keamanan untuk mengantisipasi ancaman teroris. Di hotel dan bandara kini sudah mengaktifkan CCTV serta melakukan pemeriksaan dengan detektor,” kata James Heliward, Rabu (9/7).
Ia mengatakan yang terpengaruh pada isu ini adalah pelaku bisnis pariwisata yang kini merasa resah karena takut terjadinya penurunan pengunjung ke Sumatera Barat. ”Mudah-mudahan isu ini tidak berlanjut, karena saat ini kita sedang mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Sepanjang ini kita sudah mengalami kenaikan 10 persen, sudah lebih dari 12 ribu wisatawan asing yang datang dan sekitar 2,6 juta wisatawan domestik,” kata James.
Sementara itu, turis asing yang berkunjung ke Sumatera Barat mengaku tidak takut pada isu bom di Bukittinggi dan mengaku lebih takut pada ancaman gempa dan tsunami.
Marika, 50 tahun, turis asing asal Swiss yang satang ke Pekan Budaya Sumatera Barat di Padang mengaku sangat menyukai keindahan alam serta kebudayaan Sumatera Barat. Saat ditanya apakah ia takut dengan ancaman teroris di Sumbar, Marika menjawab, "Oh, no..no.. I'm afraid tsunami and earthquake."
Ia mengatakan lebih mencemaskan terjadinya bencana gempa dan tsunami seperti di Aceh. Soal teroris, Marika menganggap Sumbar lebih aman. Ia bahkan mengatakan besok akan berjalan-jalan ke Bukittinggi.
Febrianti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|