Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Terpidana Mati Dukun AS Sudah Masuk Isolasi
Selasa, 08 Juli 2008 | 23:13 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Terpidana mati Ahmad Suradji alias Dukun AS sejak Senin malam kemarin dimasukkan ke dalam ruang isolasi. Hal itu biasanya dilakukan menjelang pelaksanaan eksekusi.

"Senin malam sudah berada di ruang isolasi," kata Kepala Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta Kelas I Medan, Ace Hendarmin saat dikonfirmasi Tempo, Selasa (8/7) malam. Dikatakannya, isolasi dilakukan hanya dalam tiga hari menjelang eksekusi dilaksanakan.

Aci menyebutkan terpidana mati yang memiliki tiga nama alias itu dalam keadaan normal dan tidak terlihat tanda-tanda mengalami depresi. "Karena ada tim medis, rohaniawan dan psikolog," kata Aci, lalu buru-buru menutup telepon genggamnya dengan alasan rapat.

Sementara itu, Polda Sumatera Utara telah menyiapkan empat regu penembak dalam eksekusi Ahmad Suradji alias Dukun AS. "Kita sudah siapkan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Baharudin Djafar.

Dukun AS divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Deli Serdang. Ia didakwa melakukan pembunuhan terhadap 42 wanita yang dikubur di perkebunan tebu Dusun Aman, Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang. Kasus ini terungkap dan sempat menghebohkan pada 1994.

Tahun 2000, LBH Medan mengajukan upaya peninjauan kembali (PK) atas kasus ini, dan 2004 LBH Medan mengajukan grasi kepada presiden. Grasi tersebut ditolak Presiden melalui Keppres Nomor 7/E/2002 tanggal 22 Nopember 2007. Soetana Monang Hasibuan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Hapuskan Hukuman Mati! | 17 Januari 2005
Abolisi De Facto bagi Terpidana Mati | 03 Januari 2005
Dipenjarakan Kecemasan  | 05 Juli 2004
Hari-Hari Menanti Eksekusi  | 05 Juli 2004
Malam Panjang Sebelum Bunyi Dor  | 24 November 2003
Datanglah, Ya, Elmaut  | 24 November 2003
Napi Necis di Penjara Cipinang  | 24 November 2003
Dan Kematian Semakin Akrab | 24 November 2003
Dengan Puisi, Palu Diayunkan  | 15 September 2003
Kisah Maut di Bukit Merah  | 01 September 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Eksekusi Dua Terpidana Mati Belum Diputuskan
Cina Hukum Mati Ratusan Orang Selama Olimpiade
Amnesty Minta Dokter Menolak Suntik Mati
Cina Akan Kurangi Hukuman Mati
Komnas HAM Minta Hukuman Mati Dihapuskan
Terpidana Mati Ayub Bulubili Dieksekusi
Mengedarkan Narkoba Bukan Kejahatan Luar Biasa
Sidang Hukuman Mati, Pemohon Ajukan Ahli Dari Amerika
Hukuman Mati Tidak Akan Membuat Jera
Menteri Hukum dan HAM: Amerika Juga Terapkan Hukuman Mati
> selengkapnya...

Referensi

Kronologis Eksekusi Ayodya

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk127753 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data