|
Pengusaha Batam Keluhkan Pemadaman Listrik
Jum'at, 30 Mei 2008 | 08:56 WIB
TEMPO Interaktif, Batam: Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah merisaukan pemadaman listrik bergilir di Batam yang masih berlangsung hingga saat ini. Kerisauan ini muncul setelah banyak usaha kecil menengah yang terancam gulung tikar.
"Ini menjadi masalah serius," kata Ismeth Abdullah setelah bertemu dengan sejumlah pengusaha pada di Batam pada Kamis (29/5) malam. Ismeth menampung keluhan sejumlah pengusaha seperti PT Sat Nusa Persada dan kawasan Industri Muka Kuning, Batam.
Menurut Presiden Direktur PT Sat Nusa Persada, Abidin Hasibuan, pemadaman bergilir membuat produk perusahaannya menurun drastis. Akibatnya mitra usahanya dari Jepang mengeluh.
Wakil Ketua Bidang Investasi dan Perdagangan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau Abdullah Gose mengatakan seharusnya semua pihak mengantisipasi kejadian ini. Pemerintah Kota Batam dan PLN seharusnya bisa mengantisipasi kekurangan pasokan gas yang menyebabkan listrik padam.
Kasus ini, kata dia, suatu keanehan karena Indonesia dikenal sebagai penghasil gas terbesar di dunia. "tapi gas kita sendiri tidak bisa dinikmati," kata Gose pada Jumat (30/5). Bahkan harga gas di Indonesia dinilai kelewat mahal.
Menanggpi keluhan ini, Kepala PT PLN Batam Zainuddin mengatakan pihaknya telah berupaya agar pasokan gas tidak dikurangi. Tapi, pasokan gas dari PT PGN tetap saja berkurang. "Kami tidak bisa berbuat banyak," kata. Rumbadi Dalle
INDEKS BERITA LAINNYA :
|