|
Kerugian Gempa Tapanuli Utara Diperkirakan Rp 7 Miliar
Kamis, 22 Mei 2008 | 15:08 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:Jumlah kerugian akibat gempa berkekuatan 6,1 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (19/5) malam, diperkirakan mencapai Rp 7 miliar.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sanggam Hutagalung, mengatakan kerugian terbanyak akibat rumah penduduk, tempat ibadah dan sekolah yang rusak. Selain itu, jalan antar lintas Sumatera yang terbelah dan amblas.
Menurut Sanggam, dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki sarana infrastruktur jalan maupun sekolah, rumah ibadah dan membantu perbaikan rumah penduduk ditaksir menelan biaya Rp 7 miliar.
Pemerintah Tapanuli Utara masih memikirkan sumber dana menanggung kerugian akibat gempa itu. Menurut Sanggam, anggaran daerah yang bersumber APBD sulit digunakan.
Sanggam mengatakan rumah yang rusak berat sebanyak 45 unit, hancur total 25 unit dan 192 unit rusak ringan. Selain itu, lima bangunan gereja dan tiga masjid juga rusak akibat diguncang gempa.
Kerusakan yang paling parah terjadi pada sarana jalan yang menghubungkan Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan, tepatnya di Desa Aeksah. "Jalan Lintas Sumatera terbelah dua dengan kedalaman mencapai tiga meter," kata Sanggam kepada Tempo, siang ini. Jalan yang hancur mencapai satu kilometer.
"Delapan sekolah juga rusak, lima di antaranya tidak dapat dipergunakan lagi. Proses belajar-mengajar sementara dipindahkan di tempat lain," ujar Sanggam.
Untuk mengantisipasi kekurangan bahan pangan, pemerintah mulai menyalurkan bantuan makanan mie instan, beras, minuman mineral, roti dan lainnya. Pemerintah juga membuka dapur umum untuk masyarakat korban bencana.
"Sebagian di antara mereka ada yang menumpang tinggal di rumah keluarganya di kawasan itu. Namun sebagian lagi ditampung di tenda pengungsian yang telah disediakan pemerintah. Dapur umum dibangun untuk memasak konsumsi makanan mereka," jelasnya.
Sahat Simatupang
INDEKS BERITA LAINNYA :
|