|
Pertamina Lampung Impor Bensin dari Singapura
Senin, 19 Mei 2008 | 14:28 WIB
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:Untuk mengatasi kelangkaan premium atau bensin di Lampung, Pertamina Lampung mengimpor premium dari Singapura. Sebuah kapal tanker berkapasitas 22 ribu kiloliter saat ini sedang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Panjang.
"Impor itu untuk menambah pasokan yang didatangkan dari Tanjung Geram Merak sebanyak 1.500 kiloliter," kata Wira Penjualan Pertamina Lampung Ronny Antoko, Senin (19/05). Biasanya pasokan bensin untuk warga Lampug didatangkan dari Dumai Riau.
Ronny mengatakan sejak Kamis pekan lalu pasokan dari daerah tersebut terhenti. "Sehingga pasokan di Depo Pertamina Panjang kosong," katanya. Warga diperkirakan akan antre untuk mendapatkan bensin hingga dua hari ke depan.
"Warga sudah mengalami kepanikan menjelang kenaikan harga BBM. Mereka ramai-ramai membeli bensin melebihi kebutuhan normal," katanya.
Sementara itu ratusan kendaraan roda dua dan empat masih terus memadati seluruh Stasun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bandar Lampung, Senin (19/05). Mereka rela menginap di SPBU untuk mendapatkan jatah bensin yang dibatasi pembeliannya.
Kelangkaan bensin di Lampung sudah berlangsung sejak pekan lalu. "Pasokan masih tersendat. Pertamina belum menjelaskan secara resmi kepada kami," kata Supervisor SPBU Taman Siswa Bandar Lampung Gunawan, Senin (19/05).
Menurut Gunawan, tidak sedikit warga yang tidak tahan antre terpaksa membeli pertamax yang tidak bersubsidi. "Bahkan sejumlah sopir angkot juga ikut membeli pertamax. Mereka beralasan untuk mengejar setoran, meski penghasilan turun," katanya.
Sementara itu, sejumlah pedagang eceran tidak lagi menjual bensin. Hal itu karena Pertamina melarang pembelian dengan jeriken.
Pemilik kendaraan roda empat hanya boleh membeli bensin maksimal Rp 100 ribu, sedangkan untuk roda dua dibatasi hanya Rp 15 ribu.
Nurochman Arrazie
INDEKS BERITA LAINNYA :
|