Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kelangkaan Elpiji di Lampung Diduga Akibat Penimbunan
Selasa, 13 Mei 2008 | 15:25 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:Kelangkaan elpiji di Lampung masih terus berlangsung. Sejumlah warga harus berkeliling Kota Bandar Lampung tapi tetap tidak mendapatkan gas elpiji. "Saya sudah berkeliling ke pinggiran kota sejak lima hari lalu, tapi belum juga dapat elpiji," kata Suryana, salah seorang warga Bandar Lampung, Selasa (13/05).

Padahal, menurut pihak Pertamina, pasokan untuk warga Lampung telah ditambah. Dari semula 70 ton gas per hari menjadi 100 ton gas per hari. "Secara teori, pasokan elpji di Lampung sangat mencukupi. Tapi, kenyataannya warga masih kesulitan mendapatkan elpiji. Ini sangat aneh," kata Sales Eksekutif Representatif Pertamina Lampung, Gusti Bagus Suteja.

Awalnya, Gusti menduga kelangkaan elpiji akibat beralihnya sektor rumah makan dan industri dari ukuran 50 kilogram ke ukuran 12 kilogram, sebab adanya disparitas harga yang cukup jauh antara kedua ukuran tersebut. "Ditambah adanya kepanikan masyarakat terhadap rencana kenaikan harga bakar minyak. Mereka khawatir gas ikut-ikutan naik," katanya.

Gusti mencurigai adanya penyelewengan distribusi elpiji. Ribuan tabung gas yang setiap hari didistribusikan seolah lenyap begitu saja. Tim Pertamina akan menyelidiki kemungkin adanya penyelewengan. "Kita akan memantau distribusi dari stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) hingga ke toko-toko," tegas dia. Pertamina Lampung menjalin kerja sama dengan 13 agen dalam mendistribusikan gas elpiji.

Dari pantauan Tempo, stok gas di setiap agen hanya bertahan dua jam saja. Warga langsung menyerbu begitu truk pengangkut tiba. Mereka membeli secara berkelompok dengan mengunakan kendaraan roda empat. Sejumlah Stasiun Pengisisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual gas elpiji memajang pengumuman gas bahwa gas telah habis.

"Tidak semua elpji diturunkan. Selebihnya entah dibawa ke mana," kata Rusmanto, salah seorang warga yang mengaku heran dengan kelangkaan elpiji di Lampung.

Nurochman Arrazie


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gas Elpiji Mulai Langka di Purwakarta
Pembelian Elpiji Diperketat
Elpiji Langka di Bandar Lampung
Bantul Siap Bagikan Kompor Gas Tahap Kedua
DPRD Jawa Timur Desak Penurunan Harga Elpiji 50 Kilogram
Kelangkaan Elpiji di Ponorogo Diduga Akibat Aksi Borong
Harga Elpiji di Muara Teweh Naik 100 Persen
Pertamina Kaji Kenaikan Harga Elpiji 50 Kilogram
Purwakarta Tunda Konversi Minyak Tanah ke Elpiji
Yogyakarta Minta 300 Ribu Tabung dan Kompor Gas
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122982 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Awa! Ranjau Paku di Sekitar Anda!
Pemerintah Anggarkan Dana Otonomi Khusus Rp 8 Triliun
Bayi Perempuan Matt Damon
Warga Pakistan Aniaya Perempuan
Pemekaran Tidak Serius Bebani Keuangan Negara

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data