Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

FAO Kucurkan Rp 69 Miliar Bangun Perikanan Aceh
Jum'at, 09 Mei 2008 | 16:24 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Bantuan sebanyak US$ 7,5 juta atau sekitar Rp 69 miliar dikucurkan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Palang Merah Amerika (ARC) untuk membantu rehabilitasi dan pembangunan sektor perikanan di Aceh hingga 2010.

Hal itu disampaikan Penasihat Senior untuk Perencanaan Perikanan dan Agrikultur FAO, Rolf Willman, pada acara lokakarya di Banda Aceh. Lokakarya yang berakhir Jumat (09/05) itu diikuti 200 peserta terdiri dari nelayan, petambak udang, pedagang ikan (muge), panglima laot, ilmuan dan para perencana, perwakilan LSM dan donor di sektor perikanan dan pemerintah daerah.

Roff Willman mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk empat komponen di bidang perikanan pascatsunami, yaitu perikanan budidaya, pengelolaan bersama perikanan tangkap, pascapanen dan pemasaran serta koordinasi dan perencanaan.

Selama lokakarya, “peserta membicarakan pengembangan sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang berkesinambungan serta untuk memelihara pencaharian masyarakat dan membangun komunitas yang dinamis,” katanya.

Razali AR, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menyambut baik kerja sama dan bantuan yang diberikan FAO dan ARC. Harapannya bantuan tersebut dapat membangkitkan ekonomi nelayan di Aceh pascatsunami.

“Akibat tsunami, bidang perikanan adalah sektor yang paling besar terkena imbasnya. Ratusan kapal beserta peralatan milik nelayan hancur dan ribuan hektare tambak ikut rusak,” ujarnya.

Adi Warsidi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Berjuang demi Setitik Air | 18 Agustus 2003
Langka Solar  | 17 September 2001
Diterkam Pukat Harimau  | 11 November 2002
Dari Laut dengan Kapitan Perahu  | 13 Agustus 2001
Ikan Pengunyah Gulma  | 28 Oktober 2002
Penjelasan tentang Pencurian Ikan  | 30 Juli 2001
Teri di Antara Garong Laut  | 23 Juli 2001
Terapung tanpa Nyawa  | 22 Juli 2002
Polisi Menembaki Nelayan  | 01 April 2002
Setelah Rezeki dari Laut Selalu Raib  | 21 Januari 2002
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BRR Regional Lhokseumawe Diduduki Korban Tsunami
PMI Tunggu Pendataan Dampak Gempa Simeulue
Gempa Simeulue Sudah Diprediksi Lama
Gempa Susulan di Aceh Lima Kali
Masalah Perumahan Korban Tsunami Aceh Dipetakan
Perusakan Lingkungan Aceh Belum Diproses Hukum
203 Anak Korban Tsunami Masih di Luar Aceh
Ribuan Ikan Mati Terdampar di Kuta
Mahasiswa Demo Badan Rekonstruksi Aceh
BRA Bireuen Salurkan Bantuan 805 Rumah
> selengkapnya...

Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122798 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data