|
Polisi Antisipasi Gejolak Kenaikan BBM
Rabu, 07 Mei 2008 | 12:53 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:
Kepolisian Daerah Sumtera Utara mulai hari ini menyiapkan 100 aparat di tiap Polres untuk mengantisipasi mogok massal dari para sopir dan pemilik angkutan umum se Sumatera Utara dan beberapa aksi demo penolakan rencana kenaikan BBM.
"Bus cadangan juga harus disiapkan untuk mengangkut massa," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Ajun Komisaris Baharuddin Djafar kepada Tempo hari ini.
Hal itu untuk mengantisipasi mogok massal mobil angkutan umum. Menurut Djafar, Kapolda sudah memerintahkan Kepala Polres berkordinasi dengan Dinas Perhubungan kabupaten dan kota agar menyiapkan angkutan massal tersebut.
Selain itu, menurut Djafar, Kapolda juga memerintahkan tiap Polres menyiagakan pasukan pengendali massa terutama di objek vital, seperti di pompa bensin, kantor pemerintah, swasta, pasar, dan sebagainya.
Rencana kenaikan BBM itu disambut dengan rencana menaikan tarif oleh sejumlah pengusaha bus lintas provinsi di Sumatera Utara. "Jika BBM naik 30 persen, tarif bus juga akan ikut naik. Kalau tidak, kami bisa gulung tikar," kata Rajamin Sirait pengusaha bus lintas Sumatera.
Sahat Simatupang
INDEKS BERITA LAINNYA :
|