Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Beras di Lampung Merangkak Naik
Selasa, 06 Mei 2008 | 16:01 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:


Harga beras di pasar-pasar tradisional Bandar lampung merambat naik. Dalam sepekan terakhir kenaikan rata-rata Rp 200 per kilogram. "Di tingkat petani harga gabah naik akibatnya pemerintah menaikan harga resmi," kata Badriyah, seorang pedagang beras di pasar Tugu, Bandar Lampung hari ini.

Badriyah mengaku pada musim panen kali ini, beras
petani tidak membanjiri pasar. Padahal pada musim
panen sebelumnya, beras membanjiri sejumlah
pasar. "Kini, kami harus berburu ke pabrik-pabrik
penggilingan di Lampung," ujarnya.

Saat ini, beras kualitas sedang dijual seharga Rp. 4700 satu kilogramnya. sedangkan beras kualitas tinggi harganya berkisar Rp 5.400 hingga Rp 6.200 per kilogram.


Hal yang sama juga dialami pedagang beras di pasar
Smep Bandar Lampung. Mereka mengaku harus berburu
beras ke petani. "Tapi petani lebih memilih
menahan gabah sambil menunggu harga lebih tinggi
lagi," kata Sudarsono, pedagang beras di pasar Smep.

Juru bicara Bulog Lampung, Edi Hanif membenarkan adanya persaingan harga yang kompetitif di tingkat petani. Tapi pemerintah harus mengawasi kemungkinan adanya penyelundupan beras ke luar negeri melalui pelabuhan-pelabuah kecil di Sumatera. "Mengingat harga di luar negeri mencapai Rp 10.000 per kilogram," ujarnya.

Nurochman Arrazie

Dari Arsip Majalah TEMPO
Akan Ada Raja Beras Baru?  | 27 Oktober 1998
Bisnis Sepekan | 08 November 2004
Badan Urusan (Logistik) Pesawat  | 29 Juni 2003
Penjelasan Bulog  | 29 Juni 2003
Barter: Bisa Untung, Bisa Rugi  | 23 Juni 2003
Akibat Pesawat Ditukar Beras…  | 23 Juni 2003
Bisnis Sepekan | 26 Januari 2004
Intaian di Balik Tata Niaga  | 19 Januari 2004
Politik Beras  | 26 Mei 2003
Bupati Sampang Bebas  | 12 Januari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Beras Merambat Naik
Lee Kwan Yew: Asia Bisa Bertahan dari Krisis Harga Beras
Indonesia Belum Mampu Jadi Eksportir Beras
Sulsel Targetkan Surplus Beras 2 Juta Ton
Kalla Minta Petani Menerima HPP Pemerintah
Indonesia Ekspor Beras Jika Produksi di Atas 3 Juta Ton
Sulawesi Selatan Ajukan Izin Ekspor Beras
Harga Beras di Jambi Naik
Bulog Tak Akan Ekspor Beras Tahun Ini
Pemerintah Izinkan Ekspor Beras
> selengkapnya...

Referensi

Skandal Bulog
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
PP RI No.68 Thn 2002 Tentang Ketahanan Pangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122582 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data