|
Pemerintah Akui Saukani Saleh-Warman Suardi Sebagai Bupati Kaur Terpilih
Selasa, 26 Juli 2005 | 16:24 WIB
Pemerintah pusat tetap mengakui hasil pemilihan langsung bupati Kabupaten Kaur, Bengkulu, walau kemarin ribuan massa memprotesnya dengan membakar perkantoran dan rumah Ketua DPRD setempat.
“Tidak ada alasan kami bisa mengubah keputusan itu, karena prosedur sudah sesuai,” kata juru bicara Departemen Dalam Negeri, Ujang Sudirman kepada wartawan, Selasa (26/7) sore.
Proses tahapan pemilihan bupati, jelas Ujang, sudah sesuai aturan dan sudah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri Mochamad Ma’ruf. Ia berharap, hasil akhir pemilihan bisa diterima semua pihak. Bila ada kecurangan seperti dituduhkan pengunjuk rasa di Kaur, sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum.
Karena itu terhadap para pelaku perusakan, aparat keamanan diminta melakukan tindakan hukum. “Kami sangat menyesalkan peristiwa anarkis itu,” katanya.
Sejauh ini, kata Ujang, Departemen Dalam Negeri belum mengirim tim untuk menginvestigasi kerusuhan Kaur. Kerusuhan itu sendiri bermula dari tuduhan politik uang yang dilakukan pasangan Saukani Saleh-Warman Suardi yang unggul dalam pilkada dikabupaten Kaur provinsi Bengkulu. Ibnu Rusydi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|