|
Warga Palembang Diduga Terkena Asbestosis
Sabtu, 09 Juli 2005 | 16:24 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Syaiful Anwar, 60 tahun, warga Jalan Nibung VI No.421 RT.22/07, Perumnas, Sako Kenten, Palembang, diduga terkena penyakit asbetosis. Jika benar, menurut Iskandar Sitorus dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan, itu merupakan kasus pertama di Asia Tenggara.
"Karena selama ini asbetosis hanya wacana, pasien ini kami bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Sitorus di Palembang, Sabtu (9/7).
Ditemui dirumahnya, Syaiful tampak ringkih. Rambutnya botak karena pengaruh kemoterafi yang dijalaninya. Dia mulai merasakan sakit di dada, sekitar September 2004. Lalu dia di bawa ke dokter di Pelabuhan Boom Baru dan ke Rumah Sakit Muhamad Husien. Awalnya dokter mendiagnosa dia terkena paru-paru basah.
Saat ditangani langsung oleh dokter spesialis paru dr Zent Ahmad , Syaiful dinyatakan kena penyakit asbestosis. "Napas saya sakit dan sesak, berat," ujar bapak empat putra putri ini.
Asbestosis adalah penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Umumnya, kasus ini ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan industri lainnya.
Syaiful mengaku bertahun-tahun dirinya bekerja di Arsip Daerah Provinsi Sumsel. Dia bekerja mengenakan baju seperti dokter dan masker karena memang berdebu. "Tugas saya menyusun arsip dan membersihkan arsip-arsip yang penuh debu, seperti surat keputusan dan dokumen lainnya,” ujarnya.
Setelah tahu penyakit ini, pihak dokter melakukan penyedotan cairan yang ada di paru. "Saya tidak tahu cairan itu apa isinya, yang jelas kepala saya botak karena di cemoterapi karena di duga ada kanker,"ujarnya. Arif Ardiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|