Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tiga Gadis Korban Trafficking Gagal Dikirim ke Bangka
Jum'at, 08 Juli 2005 | 15:54 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Kepolisian KPPP (KP3) Boombaru menggagalkan penjualan tiga gadis ABG oleh Santi alias Vina Toba (36) warga Rusun Blok 20 di pelabuhan kapal cepat Boombaru, kemarin (7/7). Korban dijanjikan liburan ke Pulau Bangka dengan gratis.

Ketiga korban tersebutberusia 15 dan 16 tahun warga Ulu Laut dan Kertapati. Menurut korbanya, ia mengenal tersangka dari keponakannya, di Benteng Kuto Besak. Ketiganya dijanjikan tersangka liburan gratis ke Bangka. Sebelum berangkat ketiganya sempat diinapkan semalam di hotel.

Kepala Unit Reskrim KPPP Ajun Inspektur Satu N Simanjuntak membenarkan telah menangkap tersangka saat akan berangkat ke Bangka. "Tersangka mengaku akan menjual ketiga gadis tersebut ke salah seorang penadah," katanya, Jumat (8/7)

Penangkapan ini terjadi karena anggotanya curiga akan gerak-gerik ke tiga ABG ini yang terlihat bingung di Pelabuhan Boom Baru. "Ketika ditanya mereka bilang mau ke Bangka bersama mami,"kata Simanjuntak.

Menurut Santi ketiga gadis belia tersebut dijanjikan
untuk pergi jalan-jalan ke Pulau Bangka dan mereka juga
sudah tahu bakal bekerja di Wisma Sedap Malam di Pulau
Bangka. "Mereka mau saja ikut karena biaya perjalanan gratis serta biaya penginapan akan ditanggung,"kata Santi.

Rencananya mereka akan berangkat ke Pulau Bangka menggunakan kapal cepat jet foil. "Saya melakukan ini karena dendam dan biaya hidup yang semakin mahal,"kata Santi.

Santi pernah bekerja disebuah kafe di Bangka hampir 8 bulan lamanya. Ia sudah mulai bisnis seperti ini sejak tahun 1998 dan sempat terhenti. Lalu baru mulai
beberapa bulan tapi justru tertangkap. Dia menjual ABG
ini kepada penadah di Bangka sebesar Rp 500 ribu perorang.

Arif Ardiansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Pedagang makanan menawarkan barang dagangan kepada Wanita Tuna Susila (WTS) alias pelacur yang menunggu pelanggan di ruang tamu, kompleks lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur. [TEMPO/ Rully Kesuma; 07D/303/1992; 20040717].
Lokalisasi Pelacuran Gang Dolly

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sindikat Penjual Dara Sukabumi Digulung
Aktifis Desak Perda Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
Tiga Remaja Indonesia Dijebak Sindikat Penjualan Perempuan Internasional


Website

Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data