|
Solar Langka, Nelayan Teluk Lampung Berhenti Melaut
Rabu, 06 Juli 2005 | 17:16 WIB
TEMPO Interaktif, Lampung:Ratusan nelayan di Teluk Lampung, sejak sepekan terakhir berhenti melaut karena sulit mendapatkan bahan bakar solar. Sebagian nelayan terpaksa memakai minyak oplosan, yaitu mencampur minyak tanah dengan oli sebagai bahan bakar.
Menurut Sueb, salah seorang nelayan, beberapa hari ini mereka kesulitan mendapatkan solar. Akibatnya, sementara mereka terpaksa beristirahat melaut. "Tidak ada jalan lain, kecuali menunggu pasokan minyak normal kembali," katanya. Sebuah kapal membutuhkan seribu hingga 2.000 liter solar. "Dari mana solar sebanyak itu. Mencari sepuluh liter saja susah,"ujar Sueb.
Biasanya, sekali melaut mereka pergi selama satu pekan. Akibat solar langka, banyak nelayan yang memutuskan pulang cepat. "Dari pada tidak kerja sama sekali, kami melaut sehari saja. Pergi pagi, pulang sore. Itu lebih irit bahan bakar, meski pendapatannya turun drastis," kata Wardi, nelayan lainnya.
Sejumlah nelayan yang menggunakan minyak oplosan beralasan, melaut sehari dua hari itu tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. "Resiko memakai minyak
oplosan memang tinggi. Mesin kapal cepat rusak, dan harus segara diganti,"kata nelayan lain, Giman.
Fadilasari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|