Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Solar Langka, Nelayan Teluk Lampung Berhenti Melaut
Rabu, 06 Juli 2005 | 17:16 WIB

TEMPO Interaktif, Lampung:Ratusan nelayan di Teluk Lampung, sejak sepekan terakhir berhenti melaut karena sulit mendapatkan bahan bakar solar. Sebagian nelayan terpaksa memakai minyak oplosan, yaitu mencampur minyak tanah dengan oli sebagai bahan bakar.

Menurut Sueb, salah seorang nelayan, beberapa hari ini mereka kesulitan mendapatkan solar. Akibatnya, sementara mereka terpaksa beristirahat melaut. "Tidak ada jalan lain, kecuali menunggu pasokan minyak normal kembali," katanya. Sebuah kapal membutuhkan seribu hingga 2.000 liter solar. "Dari mana solar sebanyak itu. Mencari sepuluh liter saja susah,"ujar Sueb.

Biasanya, sekali melaut mereka pergi selama satu pekan. Akibat solar langka, banyak nelayan yang memutuskan pulang cepat. "Dari pada tidak kerja sama sekali, kami melaut sehari saja. Pergi pagi, pulang sore. Itu lebih irit bahan bakar, meski pendapatannya turun drastis," kata Wardi, nelayan lainnya.

Sejumlah nelayan yang menggunakan minyak oplosan beralasan, melaut sehari dua hari itu tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. "Resiko memakai minyak
oplosan memang tinggi. Mesin kapal cepat rusak, dan harus segara diganti,"kata nelayan lain, Giman.

Fadilasari

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Bersenjata Jaga Pompa Bensin di Banten
Bahas BBM, Presiden Bertemu Pemimpin Lembaga Negara
Pemerintah Akan Tambah Stok BBM Melebihi Kuota
Bensin Mulai Hilang di Yogyakarta
Pegawai Pompa Bensin : Saya Khawatir Konsumen Rusuh Berebutan Premium
Menteri Purnomo : Pertamina Harus Tetap Suplai Kebutuhan Masyarakat
Sutiyoso Akan Tertibkan Distribusi Minyak Tanah
Kepala Polda Minta Pompa Bensin Dijaga
Konsumsi BBM PLN Meningkat
Jatah Premium di Palembang Dikurangi
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data