Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengungsi Kuala Simpang Ulim Butuh Beras
Senin, 13 Juni 2005 | 14:13 WIB

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Sedikitnya 153 keluarga pengungsi yang beranggotakan 745 jiwa asal Desa Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur, yang menempati barak relokasi di Desa Bantanyan kekurangan pangan.

Pasalnya beras bantuan yang mereka terima dari lembaga Jerman DEA dan GTZ sebanyak 6 ton beberapa waktu lalu kini tinggal untuk kebutuhan dua hari lagi.

Geuchik desa setempat Basri Saleh kepada Tempo, Senin (13/6), mengatakan kehidupan pengungsi selama ini hanya mempertahankan hidupnya dengan bantuan dua lembaga Jerman berupa bantuan pangan yang disalurkan beberapa waktu lalu.

"Seingat saya beras seperti yang disalurkan kepada pengungsi dari WFP belum pernah kami lihat bentuknya, entah mengapa," ujar Basri.

Salah seorang pengungsi, Zakaria (48 tahun), mengatakan bantuan beras yang sudah menjadi jatah setiap bulannya, seperti yang diterima pengungsi di Aceh Utara yaitu 12 kilogram per jiwa per bulan dari World Food Program (WFP) belum pernah dirasakannya.

"Kami hanya bisa berharap agar pihak donor dapat memperhatikan nasib kami yang selama ini terkesan diabaikan pemerintah seperti layaknya pengungsi lain," ungkapnya.

Zakaria mengatakan keluhan ini sudah pernah disampaikan oleh Geuchik kepada Muspika, namun hingga kini belum ada respon yang positif.

Imran RA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Aceh Minta Bebas SPP
Parlemen Australia Dorong Donor Percepat Pencairan Dana Aceh
Australia Akan Rekontruksi Pelabuhan Ulee Lheu
Mantan Pemain Newcastle United Latih Anak Pengungsi
Menhut Larang Impor Kayu Untuk Rehabilitasi Aceh
Sembilan Perusahaan Latih Korban Tsunami
Ribuan Kerangka Belum Terevakuasi di Pantai Barat
Bill Clinton : Jangan Ada Korupsi dalam Rekonstruksi Aceh
Urusan Jadup Masih Belum Beres di Aceh
Pembangunan Barak Berpotensi Rugikan Negara Rp 111 Miliar
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data