|
Busung Lapar di Lampung Sulit Didata
Kamis, 09 Juni 2005 | 23:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dinas Kesehatan Lampung mencatat sebanyak 47 penderita gizi buruk (busung lapar) selama bulan Mei lalu. Saat ini, satu penderita penyakit itu masih dirawat di rumah sakit. Pada bulan sebelumnya, terdapat 55 kasus. "Kasus paling banyak terjadi pada bulan Februari lalu, yaitu sebanyak
105 penderita gizi buruk,"kata Kepala Subdinas Bina Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Mulyanti, Kamis (9/6).
Penderita yang masih dirawat adalah Selvia Adelia, balita berusia 2,5 tahun, warga Desa Way Harung, kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus. Sudah
sejak Kamis pekan lalu, anak pertama pasangan Suwanto dan Nur Aini itu dirawat di Rumah sakit Umum Pringsewu, Tanggamus.
Menurut dokter anak RSU Pringsewu, Agung Mudapati, Selvia menderita busung lapar (marasmur) akibat kekurangan karbohidrat. Pada usianya yang 2,5 tahun,
berat badannya hanya 6 kilogram. Padahal anak seusianya, paling tidak memiliki berat badan 12 kilogram.
Menurut ahli gizi Dinas Kesehatan Tanggamus, Suhartono, selama bulan Mei lalu, di daerah itu sedikit ada lima penderita busung lapar. Tiga orang diantaranya sempat dirawat di rumah sakit. Di kabupaten itu, dua penderita
busung lapar meninggal dunia. Mereka adalah Rina Rahayu , 4 tahun, dan Septina, 6 tahun. "Kemungkinan penderitanya masih banyak, tetapi kami sulit mendatanya. Di Tanggamus, banyak penduduk miskin yang tinggal berpencar, di pinggir-pinggir kebun kopi,"katanya.
Di Lampung Selatan, penderita gizi buruk juga ditemukan. Dalam bulan Mei,sedikitnya 10 balita menderita penyakit itu, dan dua diantaranya sempat dirawat di puskesmas. Para penderita semuanya berasal dari keluarga miskin.
Fadilasari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Jemuran pakaian para korban penggusuran di Tanjung Duren, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; k19A/456/2003; 20031006].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K19A45601_high_thumb.jpg) |
![Seorang anak kecil melepas dua ekor burung dengan latar sebuah apartemen di reruntuhan bangunan bekas penggusuran Tanjung Duren, Jakarta, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; K19A/456/2004; 20040123].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K19A45602_high_thumb.jpg) |
| Jemuran Pakaian Korban Penggusuran
|
|
| Anak Kecil Melepas Burung Terbang
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|