Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengungsi Bayu Aceh Utara, Terserang Cacar
Senin, 06 Juni 2005 | 11:05 WIB

TEMPO Interaktif,
Lhokseumawe
:Sekitar 40 % dari 1.042 jiwa pengungsi asal Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, yang masih menempati tenda darurat terserang cacar (varivela). Sedangkan pengungsi lainnya terserang batuk dan ispeksi saluran pernafasan (Ispa) sejak april lalu.

Jumlah mereka yang terserang penyakit itu diperkirakan akan bertambah. Sebab, tenda darurat bagi mereka hanya terbuat dari terpal sehingga membuat hawa panas.

Sebagian para penderita cacar itu telah dilarikan ke rumah sakit umum Cut Meutia Lhokseumawe. Namun selebihnya tetap bertahan di kamp karena tidak adanya biaya pengobatan. Pengobatan melalui posko kesehatan di posko tak menyembuhkan penyakit mereka.

Dari beberapa pasien, terdapat anak di bawah umur. Pada beberapa bagian tubuh mereka terlihat benjolan yang sudah bernanah. “Ini karena kami tidur di bawah tenda yang panas dan ketika hujan turun tenda kami bocor sehingga anak kami kedinginan, “ ujar Zulaikha (35) tahun saat ditemui Tempo, Senin (6/6).

Seorang penderita, Sulaiman (35) tahun yang terlihat lemah dan di sekujur tubuhnya tumbuh bintik bernanah mengatakan, obat yang tersedia di posko kesehatan pengungsi tidak cocok. Namun, ia hanya sanggup dua kali pergi ke dokter karena tak ada biaya.

Menurut Hafni, petugas Posko Kesehatan di kamp pengungsi, penyakit cacar mulai menyerang pertama kali pada 27 April. Ketika itu sebanyak 13 orang terserang cacar, dan beberapa orang diantaranya diisolai ke tenda-tenda yang kosong.

Namun ada diantara mereka yang menolak dipindahkan karena menganggap penyakit cacar sebagai hal biasa. Akibatnya, penularan pun tak terhindarkan. “Ini kan tergolong penyakit menular, tapi saya sudah laporkan ke dinas kesehatan “ ujar Hafni. Imran M.A.


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bill Clinton : Jangan Ada Korupsi dalam Rekonstruksi Aceh
Clinton Datang ke Aceh dengan Penjagaan Ketat
Anggota Parlemen Jepang Cek Distribusi Bantuan di Aceh
Urusan Jadup Masih Belum Beres di Aceh
Nelayan Aceh Butuh Bantuan Boat
Barak dan Rumah di Banda Aceh Tergenang Air Pasang
Lima Perusahaan Amerika Segera Pasok Kayu ke Aceh
Dana Untuk Badan Rekonstruksi Cair Rp 30 Miliar
Tak Ada Pengurangan Pasukan di Aceh
Tertib Sipil, Tapi Tentara Ditambah
> selengkapnya...


Referensi

Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data