|
IBL Seri 10 Mulai Hari Ini di Palembang
Sabtu, 04 Juni 2005 | 03:19 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Kompetisi A Mild Indonesia Basketball League (IBL) 2005 seri 10 akan digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu dan Minggu ( 4-5 Juni). Empat tim yang akan berlaga yakni HP Aspac (Jakarta), Bhinneka Sritex (Solo), CLS Good Day (Surabaya), dan Avian Bima Sakti (Padang).
Tim Basket HP Aspac yang belum pernah terkalahkan selama
musim kompetisi dengan mengantongi nilai 22 dari 11
pertandingannya, mencoba memastikan meraih tiket
final four. Bila bisa meraih dua kemenangan di seri 10
ini, saat menghadapi Bhinneka Sritex yang berada di
peringkat ke-4 klasemen sementara (Sabtu, 4/6) ataupun CLS Good Day, peringkat ke-6 klasemen sementara (Minggu (5/6), dipastikan HP Aspac yang merupakan runner up kompetisi IBL tahun sebelumnya memastikan meraih tiket ke final four.
Presiden HP Aspac Irawan Haryono menyatakan optimis timnya bakal memastikan ke tempat final four pada
seri 10 di Palembang. "Dengan materi pemain yang ada, saya yakin mampu menuai dua kemenangan di Palembang. Pemain kami saat ini dalam kondisi terbaiknya,"ujarnya.
Pertandingan HP Aspac melawan Bhinneka Sritex pada hari
pertama Sabtu ini dipastikan berlangsung ketat. Pertandingan ini merupakan pertemuan kedua kalinya pada
kompetisi tahun ini. Pertandingan pertama pada seri 2
di Surabaya, HP Aspac unggul dengan skor tipis 74-71.
Pada pertandingan diseri 10 ini, dipastikan Bhinneka
Sritex akan revans dan mencuri kemenangan. Mereka juga tampaknya optimis dapat menahan tim kuat HP Aspac. Walaupun pada pertandingan nanti tim ini tidak
diperkuat pemain andalannya I Made "Lolik"
Sudiadnyana yang absen. Power forward tim ini terkena skorsing akibat pelanggaran yang dilakukannya terhadap Dian "Odong" Heryadi dari Kalila (Jakarta) ketika berhadapan di seri 8 Malang.
Karenanya, Irawan Haryono tidak menganggap enteng lawannya Bhinneka Sritex. Meskipun tim besutan Eddy Santoso tampil tanpa Lolik. "Tim itu tetap bagus. Apalagi di sana banyak pemain bagus. Ada Dhanny Harahap, Pek King Dhay, maupun Daniel Iskandar,"katanya
Di kubu Bhinneka Sritex sendiri, hukuman terhadap Lolik
dengan dua kali larangan main dirasakan sangat berat. Terbukti saat bertanding di seri 8 di Malang Jawa Timur kalah ketika menghadapi Panasia Garuda (peringkat kedua klasemen sementara) dengan skor56-63.
Arif Ardiansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pemain bulutangkis Denmark/ pasangan ganda putra, Thomas Lund bersama John Holts Christiensen dengan pialanya setelah menjuarai kejuaraan bulutangkis All England di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].](/hg/photostock/2005/04/09/s_16D15007_high_thumb.jpg) |
![Fanny Habibie bersama para pemain bulutangkis Indonesia: Joko Suprianto, Susi Susanti, dan Heryanto Arbi di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].](/hg/photostock/2005/04/05/s_16D15009_high_thumb.jpg) |
| Thomas Lund dan JH Christiensen
|
|
| Fanny Habibie, Joko Suprianto, Susi Susanti dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|