|
Musi Banyuasin Tuntut Dana Bagi Hasil Migas
Rabu, 01 Juni 2005 | 21:40 WIB
TEMPO Interaktif, Musi Banyuasin:Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Alex Noerdin meminta agar pemerintah pusat segera membayar dana hasil bagi Migas yang harus di terima Kabupatennya. Karena dana bagi hasil minyak dan gas yang yang tidak kunjung turun, membuat para guru honorer, kepala desa dan camat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, belum menerima gaji.
Hak bulanan yang harusnya diterima sebagai
hasil jerih payah mereka itu, sudah lima bulan lebih
tidak dibayarkan karena Pemda Kabupaten Muba tak punya dana.
Menurut Bupati Muba, Alex Noerdin, keterlambatan yang
terkesan berlebihan itu dirasakan sangat menyulitkan
pihaknya. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Pemda Kabupaten Muba tidak jarang menjadi bumper akibat
kelalaian lembaga-lembaga birokrasi di tingkat pusat
tersebut. "Mereka para guru honorer, kepala desa dan camat itu tidak mau tahu, mereka mendesak kami agar segera membayar hak mereka,"kata Bupati Alex Noerdin.
Hasil migas, Kabupaten Muba pada tahun 2003 lalu memberikan sumbangan sebesar Rp 3,04 triliun pada APBN, dan Rp 4,1 triliun pada 2004. Dari sektor tersebut Kabupaten Muba mendapatkan dana bagi hasil sebesar Rp 212 miliar pada 2003 dan Rp 289 miliar pada 2004.
Arif Ardiansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116](/hg/photostock/2005/04/04/s_natuna51_high_thumb.jpg) |
![Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079](/hg/photostock/2005/03/25/s_Minyak40_high_thumb.jpg) |
| Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|