|
Lima Bulan Pasca Tsunami
Urusan Jadup Masih Belum Beres di Aceh
Sabtu, 28 Mei 2005 | 17:04 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Lima bulan pascatsunami, banyak warga yang mengaku belum menerima jaminan hidup (jadup) bagi para pengungsi maupun warga yang telah kembali ke desanya.
Ulul Azmi warga desa Jeulingke, Syiah Kuala, Banda Aceh mengaku hanya pernah sekali mendapatkan jadup, jatah bulan Maret. "Setelah itu tidak ada lagi sampai sekarang," ujarnya kepada Tempo, Sabtu (28/5).
Padahal menurutnya, semua warga desanya telah difoto dan didata. Keluhan itu juga pernah disampaikan warga ke kecamatan, "Katanya dirapel nanti, kami sangat
membutuhkan untuk biaya hidup," sebut Ulul.
Hal yang sama juga diungkapkan Sahriati, warga Desa Krueng Raya, Aceh Besar. Menurutnya jadup itu baru diterima sekali oleh warga desa.
(Plt) Gubernur NAD, Azwar Abubakar mengakui ada beberapa warga yang belum mendapatkan jadup. "Saya juga dapat pengaduan," ujarnya.
Dari penjelasan para keuchik, ternyata ada kesalahan data dan penambahan jumlah. Ia meminta para keuchik mempertimbangkan sebaik mungkin masalah tersebut. Jika menurut mereka dan camat jadup patut ditambah jadup, dirinya siap memberikan.”Saya terbuka untuk ditambah," tandas Azwar.
Ia mengharapkan masalah ini selesai dalam waktu dekat. Sehingga sebelum akhir bulan ini pihaknya bisa mengirimkan data untuk bulan berikutnya. Setiap bulan, kata Azwar, dana untuk jadup disiapkan sekitar Rp 45 milyar. Adi Warsidi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|