Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Selatan

Berdagang Barang Imitasi, Warga Cina Ditangkap
Minggu, 22 Mei 2005 | 13:15 WIB

TEMPO Interaktif,
Palembang
:Xu Lumu, 46 tahun, warga negara Cina, ditangkap petugas gabungan Satuan Intelkam Poltabes Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/5). Ia ditangkap karena menyalahgunakan visa dengan berdagang tanpa izin dari Departemen Perdagangan RI.

Tersangka Xu Lumu ditangkap ketika sedang berkeliling menawarkan barang dagangannya yang diakuinya sebagai impor dari Cina kepada masyarakat di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Karena tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah akan barang dagangannya itu, dia diamankan di Poltabes Palembang.

Tim yang dipimpin AKP Ratno Kuncoro antara lain menyita 34 jam tangan imitasi berbagai merek, seperti Rolex, Omega, USS, dan Patek Pilippe. Juga ratusan perhiasan imitasi, berbentuk gelang giok, cincin perak 3 kotak, kalung beserta liontinnya, 3 buah kamera film, 2 buah kalkulator, 1 alat pencukur jenggot, 12 buah dompet, obat-obatan tradisional Cina, serta uang tunai Rp 2 juta yang diakuinya hasil dari penjualan barang-barang yang sudah laku.

“Dia memiliki visa kunjungan usaha berkode 431 (visa jual beli), tapi izin itu disalahgunakannya dengan berdagang tanpa izin dari Departemen Perdagangan RI,” kata Slamet Mujiono, Kasubsi Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Palembang, Minggu (22/5).

Melalui penerjemah, Devray , Xu Lumu mengaku masuk ke Indonesia pada 2 April 2005, dengan menumpang pesawat China Ailines dari Xiamen, dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Ia datang bersama rekannya bernama Huang Lung Lung. Selama di Jakarta, mereka berdua berbelanja banyak barang-barang imitasi di kawasan Mangga Dua.

Pada awal Mei 2005, dia dan Huang Lung Lung tiba di Palembang dan menginap di Hotel Harmoni, Jalan Kolonel Atmo. Namun diakui Xu Lumu, temannya Huang Lung sudah lebih dulu pulang ke Cina.

Dalam melakukan transaksi, Xu Lumu menggunakan bahasa isyarat. Jika dengan warga keturunan baru dia berbahasa mandarin. Arf Ardiansyah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Australia: Nelayan Heri Meninggal Secara Alami
Australia Diminta Tahan Pelanggar Batas Laut di Darat
Deplu Panggil Dubes Australia
Calo Paspor Masih Marak di Jakarta Selatan dan Barat.
MUI Desak Pemerintah Lakukan Diplomasi Atas Kasus Deportan Timor Leste
Langkat Belum Siap Terima Rombongan Warga Timor Leste
"Tak Ada Islamisasi di Timor Leste"
Eggy Sudjana : SBY Melakukan Kejahatan Negara Terhadap Warganya
Timor Leste Tolak Islamisasi
Habib Rizieq Shihab : Soal Omni Batavia, Media dan Pemerintah Tak Adil.
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data