|
Warga Lampung Panik Karena Rumor Tsunami
Selasa, 17 Mei 2005 | 12:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ribuan warga Bandar Lampung, Selasa (17/5) dinihari, panik akibat gelombang pasang di Teluk Lampung. Kepanikan bertambah karena rumor muncul bahwa tsunami telah menenggelamkan sebagian kota Teluk Betung.
Pada pukul 01.00 WIB, ribuan warga mulai berlarian keluar rumah. Mereka membawa sejumlah perabotan untuk mengungsi. Sebagian menggunakan kendaraan bermotor, tetapi kebanyakan berjalan kaki. Mereka berteriak-teriak dan menangis.
Informasi agar warga waspada itu diumumkan melalui masjid dan mushola. Sejumlah warga bahkan berkumpul di masjid untuk bertakbir dan membaca ayat suci Al-Quran.
Warga berkerumun memadati jalan raya. Sebagian di antaranya mengungsi di sejumlah lapangan, perkantoran, dan masjid.
Menurut Asnawati, warga Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Barat, mendapat kabar akan adanya bencana tsunami sehingga segera ke luar pulau. "Kami percaya saja dengan informasi itu, sebab sejak Senin malam air laut pasang," kata Asna.
Asna bersama ribuan warga lainnya dengan menyewa perahu menuju Teluk Betung Barat, membawa perabotan untuk mengungsi. Hal yang sama dikemukakan oleh Irmawati, warga Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat.
"Kami tidak tahu harus mengungsi ke mana, pokoknya keluar rumah saja dulu," kata Irma sambil menggendong anaknya yang masih bayi.
Menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Lampung Bambang Setyo Novanto, isu kota tenggelam atau tsunami itu tidak benar. Hanya memang telah terjadi gelombang pasang di Pulau Pasaran. "Saya minta masyarakat agar
tidak cemas," kata dia.
Setelah memastikan tidak terjadi apa-apa, petugas Poltabes Bandar Lampung kemudian berkeliling kota mengimbau agar warga kembali ke rumahnya masing-masing.
Namun warga tidak begitu saja percaya pada informasi yang disebarkan petugas. Arus pengungsian justru semakin bertambah. Menjelang pagi hari warga baru membubarkan diri.
Kepanikan warga juga terjadi di Pesisir Pantai Kalianda, Lampung Selatan, dan Kotaagung, Tanggamus. Ribuan warga berusaha menyelamatkan diri dengan meninggalkan rumah masing-masing. Fadilasari
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|