Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Riau

Trend Warga Riau Berobat ke Malaka
Jum'at, 06 Mei 2005 | 02:29 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Trend berobat masyarakat Riau ke Luar Negeri, khususnya Malaka Malaysia meningkat. Disamping karena promosi yang gencar, dan gengsi, kualitas penanganan pasien dan harga yang lebih murah dibanding bila berobat ke Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia.

Karenanya, menurut Kepala Dinas Kesehatan Riau DR Ekmal Rusdy, sudah saatnya Rumah Sakit di Riau meningkatkan kwalitas penanganan pasien dan meniru pola pola promosi dan membangun jaringan yang dilakukan Rumah Sakit Luar Negeri. "Sedikitnya 7.500 pasien asal Riau berobat ke Luar Negeri, dan 6.000 diantaranya berobat ke Malaka, Malaysia. Ini hendaknya menjadi acuan berbenah diri bagi Rumah Rumah Sakit di Riau, Khususnya di Ibukota Provinsi, Pekanbaru,"ujar DR Ekmal.

Menurut DR Ekmal Rusdy menyebut Dari 6.000 pasien yang berobat ke Malaka itu, lebih dari setengahnya adalah pasien yang sebelumnya sudah berobat di Riau. "Faktor kwalitas dan kecanggihan pelayanan dan penanganan, plus biaya yang relatif murah mendorong para pasien dari Riau melanjutkan penanganan medisnya ke Malaka, "kata Ekmal.

Ekmal khawatir, jika tidak ada perbaikan yang menyeluruh diyakini, keberadaan Rumah Sakit di Riau pada masa yang akan datang, tak lebih dari RS tempat pertolongan pertama. Selanjutnya pasien ke Malaka atau Rumah sakit Luar Negeri lainnya. "Rentang jarak yang relatif dekat dan murahnya biaya transportasi dan visa gratis, akan lebih mendorong para pasien berobat ke Mahkota Hospital, Pantai Hospital, Southern Hospital di Malaka atau Singapura. Apa lagi, ini sudah dijadikan semacam gengsi di masyarakat. Ini hendaknya jadi motivasi bagi para pengelola Rumah Sakit di Riau,"katanya.

Soal kwalitas penanganan dan murahnya biaya diakui oleh pasien. Salah seorang warga Pekanbaru yang berobat ke Malaka, L. Silitonga, berobat ke Malaka, ternyata lebih murah dan lebih menyakinkan. Sekitar dua minggu lalu, oleh salah satu Rumah Sakit di Pekanbaru, anak Silitonga divonis mengalami kelainan di bagian Kepala dan harus di Operasi. "Namum karena ketakutan untuk dioperasi, apa lagi di bagian kepala, serta banyaknya saran keluarga dan teman, anakku kubawa berobat ke Malaka,"ujarnya.

Belakangan, oleh RS, Southern Hospitas anaknya dinyatakan tidak dioperasi dan hanya tiga hari berobat sudah dinyatakan sembuh. "Lagi pula biayanya lebih murah. Untuk semua biaya, penginapan di RS, Tiket dan lain lain, untuk tiga orang, selama lima hari hanya Rp 15 juta kurang sedikit. Sementara kalau di operasi di Pekanbaru, ancar ancarnya untuk biaya operasi saja 12 Juta rupiah. Belum yang lain,"ujar Silitonga, yang menyebut rasa syukurnya karena anaknya sembuh tanpa operasi.

Jupernalis


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ]. Suasana penderita sroke yang sedang menjalani terapi  di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ].
Stroke
Stroke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Folio Menyerang Sukabumi
Puluhan Dokter Mogok, Ratusan Pasien RS Pasar Rebo Terlantar
Isteri Presiden Imbau RS Swasta Beri Pelayanan Gratis
Pemerintah Akan Bangun Rumah Sakit Universitas
Ketua Dewan Tuding Direktur PDAM Kediri Peras Sejumlah Hotel
Sanksi Kapolsek Bojong Gede Tunggu Tiga Tahanan yang Kabur
Mal Karawaci Berlakukan Kawasan Bebas Rokok
Kaki Gajah Menyerang Warga Lebak
Tarif Pelayanan Kesehatan di DKI Batal Naik
Buruh Kontrak Hanya Untungkan Pengusaha
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Cakupan Pengobatan Massal
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [9]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk02 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pemerintah Anggarkan Dana Otonomi Khusus Rp 8 Triliun
Bayi Perempuan Matt Damon
Warga Pakistan Aniaya Perempuan
Pemekaran Tidak Serius Bebani Keuangan Negara
Lightning Bolt

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data