|
Sumatera Selatan
PSK di Sumsel Banyak Terkena GO
Jum'at, 29 April 2005 | 15:49 WIB
TEMPO Interaktif,
Palembang:Hasil survei Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan, 20,8 persen pekerja seks komersial (PSK) di provinsi itu terserang penyakit gonorrhoea (GO) atau dalam bahasa awam disebut dengan kencing nanah.
Menurut Kepala BBLK Palembang, Welly Refnealdi, survei dilakukan pada Februari-April 2005 di beberapa kota di Sumsel dengan sampel 1.000 PSK. Wilayah survei mencakup Palembang, Desa Sri Gunung Musi Banyuasin, Simpang Penimur Prabumulih, dan Patok Besi Lubuk Linggau.
“Sasaran survei ini adalah para wanita pekerja seks, baik di lokalisasi seperti di Teratai Putih, di panti pijat urut, wisma, dan kafe,” katanya, Jumat (29/4).
Dari hasil survei menunjukkan daerah kasus GO Siring Agung Muba mencapai 35,3 persen, Patok Besi Kota Lubuk Linggau 27,1, Palembang 23,1, dan Prabumulih 14,5 persen. Hasil survei ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Depkes RI untuk diteruskan ke WHO.
“Melihat tingginya angka penderita di Muba, maka sejak bulan kemarin, BBLK Palembang terus memeriksa dan mengobati Infeksi Menular Seksual di Kabupaten Muba,”ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Penelitian dan Prevalensi Gonorrhoea, Lisa Dewi mengungkapkan, ternyata kuman yang menginfeksi para penderita ini umumnya sudah kebal dengan antibiotika atau obat-obatan. “Semua sampel tidak lagi sensitif tehadap Tetracycline dan Penicilin, dan lain-lain,“ katanya.
Hal ini disebabkan para PSK banyak yang mengonsumsi sendiri obat-obatan untuk mengatasi penyakit GO, tanpa didahului dengan pemeriksaan. Sehingga, selain obat yang tidak sesuai dengan jenis kumannya, dosis yang dimakan juga tidak sesuai.
Di kalangan PSK ini juga banyak beredar mitos menyesatkan. Misalnya, mencuci vagina dengan larutan pembersih, bisa menghilangkan GO. Bahkan banyak juga yang berobat ke paranormal. Arif Ardiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|