Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Utara

Gempa Masih Terus Melanda Nias
Jum'at, 29 April 2005 | 12:05 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Gempa bumi berkekuatan 6.0 dan 4,6 skala Richter (SR) kembali mengguncang dan dirasakan oleh penduduk Nias. Gempa pertama berkekuatan 6.0 SR, terjadi Kamis (28/4) pukul 21.00 yang berada pada posisi 2.37 Lintang Utara (LU), 98.82 Bujur Timur (BT), kedalaman 4.0 kilometer dengan pusat gempa di kawasan Pulau Banyak Nias atau 50 kilometer sebelah timur Simelue.

Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Sumatera Utara, Tuban Wiyoso, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan akibat kerusakan yang timbulkan oleh gempa.

"Kalau berdasarkan analisis, gempa tersebut tidak bisa menimbulkan kerusakan," ucap Tuban ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (29/4). Hal ini karena gempa itu beskala 3-4 MMI yang hanya menimbulkan guncangan kecil.

Sementara itu, gempa terakhir yang terjadi dan dirasakan di wilayah Sumatera Utara adalah gempa dengan kekuatan 4,6 SR yang terjadi pada Jumat (29/4) pukul 06.26 dengan posisi 8 LU 98.16 BT, kedalaman 41 kilometer dengan pusat gempa 60 kilometer barat daya Gunungsitoli. Gempa dirasakan di Gunungsitoli dengan kekuatan 1-2 MMI.

Menurut Tuban, Nias merupakan daerah rawan gempa karena daerah tersebut merupakan daerah subduksi, yakni pertemuan dua lempeng Samudera Indo Australia dengan lempeng Euro Asia. "Termasuk beberapa daerah di Indonesia yang dilalui lempengan ini," ujarnya.

Tuban menjelaskan hampir setiap hari sebenarnya terjadi gempa, namun ada gempa yang menimbulkan kerusakan dan ada yang tidak dirasakan sama sekali. Dua gempa terakhir bisa saja gempa susulan dari gempa besar yang melanda Nias beberapa waktu lalu ataupun gempa yang baru.

Sejak gempa besar yang melanda Nias beberapa waktu lalu, tercatat ada sekitar 200-an gempa yang terjadi hingga sekarang yang bisa dicatat parameternya.

Hambali Batubara

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gelombang Pasang Tiga Meter Hantam Ende
Aktivitas Anak Krakatau Menurun
Gempa Guncang Sangihe
Depdiknas Siapkan Alternatif UN di Daerah Pascabencana
Fase Rekonstruksi Aceh Dan Nias Akan Bersamaan
Warga Lampung Panik Diguncang Gempa
Labuan, Anyer dan Lebak Diguncang Gempa
Pemerintah Tahan Pencairan Dana PT Timor di Bank Mandiri
Gempa Guncang Lampung dan Bandung
Gempa di Jakarta 5,6 Scala Richter
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
CINCIN API
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data