|
Sumatera Selatan
Otoriter, Direktur RSJ Sumatera Selatan Diminta Mundur
Selasa, 19 April 2005 | 11:18 WIB
TEMPO Interaktif,
Palembang:Para Pegawai Negeri Sipil pada Rumah Sakit Jiwa Daerah Sumatera Selatan melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur, hari ini, Selasa (19/4). Mereka meminta Direktur RSJ dr. Atika Laila mundur dari jabatannya karena dinilai otoriter dan arogan.
Unjuk rasa itu diikuti hampir seluruh pegawai, mulai dari dokter, para medis, dan staf administrasi lengkap dengan pakaian dinas mereka tampak mengacungkan spanduk dan poster.
Menurut koordinator aksi, Chairul, mereka terpaksa unjuk rasa karena Atika tak pernah mau merespons keluhan pegawai. Kebijakan Atika menghapus perayaan 17 Agustus, mereka nilai semena-mena. Sebab, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perawatan rehabilitasi pasien.
Atika juga kerap menugasi perawat melakukan rawat tanam yang diluar tugasnya. Seluruh pegawai diwajibkan mengikuti apel pagi sebagai bentuk disiplin, tapi Atika sendiri tak pernah hadir. "Kami tidak akan demo seperti kalau perlakukan pimpinan tidak keterlaluan," ujar Chairul. Bila Atika tak segera diganti, mereka mengancam akan mogok kerja.
Atika belum dapat dimintai tanggapannya atas aksi unjuk rasa para pegawainya itu. Menurut seorang staf di RSJ, Atika sudah pulang. Aktifitas di RSJD masih berjalan normal, seperti di UGD dan Ruang Perawatan tampak beberapa juru rawat bergerombol membicarakan unjuk rasa sejawat mereka. Aarif Ardiansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|