Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lampung

Warga Lampung Panik Diguncang Gempa
Jum'at, 15 April 2005 | 18:08 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:Gempa bumi berkekuatan 5,6 skala Richter (SR) yang terjadi di Lampung, Jumat (15/4), pukul 11.17.51 WIB, menimbulkan kepanikan warga. Banyak masyarakat di Lampung yang berlarian keluar rumah. Mereka takut terjadi gempa yang lebih besar.

Di sejumlah kantor di lingkungan Pemerintah Provinsi dan DPRD Lampung, hampir semua pegawai berlarian keluar gedung. Mereka takut gempa menghancurkan gedung berlantai empat tersebut. "Ada gempa, ada gempa, cepat keluar," teriak seorang pegawai negeri sipil di kantor Pemprov Lampung.

Para pegawai awalnya sempat tidak berani keluar dari ruangan, karena khawatir ada gempa yang lebih besar. Kemudian mereka berkumpul di halaman kantor Pemprov dan DPRD Lampung.

Di Lampung Selatan, yang paling dekat dengan titik gempa, guncangan dirasakan lebih dari 30 detik. Puluhan warga terlihat keluar dari rumah masing-masing. Para pegawai negeri di sejumlah kantor pemerintahan juga berlarian keluar gedung.

Menurut Kepala Badan Meteorolori dan Geofisika (BMG) Lampung, Bambang Setyanto, pusat gempa tersebut berada di Selat Sunda dengan kedalaman 49 kilometer dan 69 kilometer sebelah barat Pulau Panaitan (sekitar 8 mil dari Gunung Krakatau). Gempa berada pada titik koordinat 6,49 Lintang Selatan dan 114,6 Bujur Timur.

Berdasarkan catatan BMG Lampung, gempa memang sering terjadi, baik yang berpusat di lautan maupun daratan. Gempa yang berpusat di daratan, pada bulan Januari terjadi sebanyak enam kali, Februari empat kali, dan Maret sebanyak tiga kali.

"Sejak bulan Januari, gempa yang terjadi Jumat siang paling kuat, sehingga lebih banyak dirasakan masyarakat," kata Bambang.

Fadilasari

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Labuan, Anyer dan Lebak Diguncang Gempa
Pemerintah Tahan Pencairan Dana PT Timor di Bank Mandiri
Gempa Guncang Jakarta, Lampung, dan Bandung
Gempa di Jakarta 5,6 Scala Richter
RUU Penanggulangan Bencana Akan Mengatur Sanksi
Kawasan Anyer-Carita Sepi
Angin Puting Beliung Hantui Warga Kota Jambi
Bea Cukai Bantah Penyelundupan 58 Mobil Mewah
Nias Selatan Belum Normal
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data