Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Utara

Nias Selatan Belum Normal
Kamis, 14 April 2005 | 12:29 WIB

TEMPO Interaktif, Nias:Berbeda dengan kondisi di ibu kota Nias, Gunungsitoli, kondisi ibu kota Kabupaten Nias Selatan, Telukdalam, belum berjalan normal.

"Sektor perekonomian sangat kandas, mati total," ujar Sidi Adil Harita, Sekretaris II Daerah Kabupaten Nias Selatan, kepada Tempo, Kamis (14/4).

Hanya sedikit pedagang yang tampak berjualan di Pasar Simpang Lima, Telukdalam. "Yang lain (pedagang) sudah mengungsi semua," ujar Inawacha, 40 tahun, pedagang sembako di Pasar Simpang Lima.

Kodisi tersebut membuat semua kebutuhan melonjak naik. Cabe merah dijual Rp 18 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 7 ribu per kilogram. "Ada yang buka, namun barang yang dijual mulai rusak," ujar Sidi. "Bahkan sangat susah mendapatkan beras di pasar. Tidak ada bantuan, rakyat tidak makan," tambahnya.

Menurut Sidi, kondisi itu disebabkan pedagang lebih memilih menyelamatkan diri dengan keluarga daripada mulai berjualan lagi.

Selain alasan tersebut, kerusakan jalan membuat pedagang sulit mendapatkan barang dagangan. Gempa 28 Maret menyebabkan jalan dan beberapa jembatan yang menghubungkan Telukdalam dan kota di sekitarnya rusak. "Transportasi sangat sulit," ujar Sidi.

Menurut data Bupati Kabupaten Nias Selatan, jembatan yang rusak sebanyak 55 jembatan dan jalan yang rusak di seluruh kabupaten sepanjang 139 kilometer.

Elly Dina Yanti

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
Korban Gempa Nias Mendapat Rp. 3.000 Per Hari
Rehabilitasi Gempa Alor Baru 60 Persen
Aktivitas Masyarakat di Gunung Sitoli Mulai Normal
Murid di Nias Cemas Tidak Lulus Ujian Akhir Nasional
Polisi Minta Pengungsi di Nias Kembali
Gempa Bumi di Sumatera Barat
Kelompok Kristen Kanada Berikan Pengobatan Gratis di Sibolga
Gempa Di Sumatera Utara Mulai Reda, Sumbar Waspada
Zeni AD : Kesiapan Alat TNI Hanya 40 persen
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data