|
Sumatera Utara
Persediaan ARV di Medan Habis
Rabu, 13 April 2005 | 14:48 WIB
TEMPO Interaktif, Medan: Persediaan obat Anti Retro Viral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit H. Adam Malik Medan, habis. Akibatnya, lima orang pasien yang sedang dirawat di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk merawat pengidap HIV/AIDS di Medan itu, sudah beberapa hari ini tidak lagi mengkonsumsi obat tersebut.
Menurut Kepala Pusat Pelayanan Khusus RSUP H. Adam Malik, Dr. Umar Zein, persediaan obat ARV tersebut sudah habis sejak awal bulan April lalu. Ia juga mengaku sudah mengajukan permohonan permintaan obat tersebut kepada Departemen Kesehatan RI sebelum obat tersebut habis digunakan pasien. "Sejauh ini, permintaan atas obat tersebut belum kami terima," kata Dr. Umar Zein, Rabu (13/4).
Dr. Umar Zein menjelaskan obat ARV ini sangat dibutuhkan pasien pengidap HIV/AIDS untuk memperpanjang hidupan mereka. Selama ini, obat tersebut sangat efektif untuk menghambat penyebaran virus HIV/AIDS. Jika obat tersebut tidak segera diberikan kepada penderita, dikhawatirkan daya tahan tubuh pasien segera menurun dan virus yang ada didalam tubuh mereka semakin cepat menyebar. "Sehingga menimbulkan gejala-gejala penyakit infeksi oportunistik," ucapnya. Dalam kondisi seperti ini, pengidap HIV/AIDS tersebut akan meninggal dunia.
Lebih lanjut Dr. Umar mengatakan, sebelumnya rumah sakitnya telah mendapatkan bantuan ARV, 120 paket yang telah habis digunakan dari Agustus 2004 hingga awal April 2005 untuk sekitar 20 pasien HIV/AIDS yang dirawat dari RS. H. Adam Malik. Diprediksi untuk kebutuhan selama 2005, RS Adam Malik membutuhkan 360 obat ARV. "Dengan asumsi pasien dirawat meningkat 2 hingga 3 kali lipat," ucap Dr. Umar Zein yang juga aktif dalam penanganan HIV/AIDS di Medan. Seorang pasien HIV/AIDS membutuhkan satu paket obat ARV untuk satu bulannya.
Sedangkan di pasar, jenis obat ini masih susah ditemukan sehingga harus dipesan di Jakarta dan harganya cukup mahal. Satu paket obat ARV bisa mencapat Rp 1,5 – Rp 2 juta.
Menurut Dr. Umar Zein, sampai saat ini tercatat 27 orang penderita baru HIV/AIDS di Medan. Sedangkan berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS dan Penyalahgunaan Narkoba Daerah Sumatera Utara hingga Januari 2005 tercatat penderita HIV/AIDS di Medan sebanyak 189 orang. Sebagian dari penderita HIV/ AIDS tersebut dirawat di RS H. Adam Malik dan sebagian lagi dirawat dirumah mereka masing-masing.
Hambali Batubara
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|