|
Jambi
13 Partai Kecil Jambi Usung Calon Gubernur Alternatif
Selasa, 05 April 2005 | 16:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jambi: Sebanyak 13 partai politik yang tidak mendapatkan jatah kursi di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, beberapa hari ini bertemu intensif dan memutuskan untuk mengusung calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) alternatif periode 2005-2010.
Gabungan partai gurem yang menamakan diri sebagai Koalisi Pro Perubahan (KPP), antara lain adalah Partai Serikat Indonesia (PSI), Partai Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Patriot, Partai Pelopor, Partai Damai Sejahtera, PKPI, PPNUI, Partai Merdeka, Partai Persatuan Daerah, PPDI dan PDK.
Ketua KPP, Jusuf Husin, kepada Tempo, Selasa (5/4), mengemukakan, kesepakatan itu dimotivasi adanya
kebijakan pemerintah yang memberi kesempatan kepada
partai kecil untuk ikut berbuat dalam pembangunan
demokrasi, khususnya di Jambi. Pencalonan ini juga didorong derasnya aspirasi berbagai lapisan masyarakat bawah.
Salah satu syarat diamanahkan dalam aspirasi
masyarakat tersebut, KPP harus mampu menghadirkan
sosok calon yang betul-betul bersih dari KKN dan sanggup
mengusung perubahan pembangunan dan nasib rakyat ke
kondisi lebih baik. "Jujur saja, masyarakat Jambi merindukan sosok pimpinan jujur," ujarnya.
KPP sudah mengantongi sejumlah nama yang diyakini
mampu menyaingi tiga pasang kandidat cagub-cawagub
yang sudah ada, yaitu pasangan Zulkifli Nurdin -
Antoni Zeidra Abidin (PAN, Partai Golkar, PBB dan
Partai Nasional Indonesia Marheinis), pasangan Hasip
Kalimudin Syam - Nasrun Arbain (PKB, PPP, dan PKPB)
serta pasangan Usman Ermulan - Irsyal Yunus (PDIP dan
PBR).
Dari sejumlah nama yang masuk, salah satu kandidat
yang dijagokan dan diyakini akan mampu bersaing, yakni
Yanda Zaihifni Ishack, putra daerah asal Jambi yang
punya seabreg pengalaman politik di tingkat nasional,
saat ini masih berstatus sebagai dosen luar biasa di
Universitas Indonesia.
Namun, sayangnya Partai Bulan Bintang (PBB) yang
mengantongi 2,8 persen suara dalam Pemilu tahun lalu,
tidak ikut karena sudah bergabung dengan PAN dan
Partai Golkar mengusung Zulkifli dan Antony.
Padahal, untuk bisa memenuhi syarat ikut Pilkada
jumlah suara kolektif dari partai-partai kecil di atas
192 ribu suara pada pemilu tahun lalu. Kenyataannya,
mundurnya PBB membuat partai gurem di Jambi kelabakan.
Satu-satunya harapan adalah dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena walaupun partai ini punya jatah kursi di DPRD, sampai saat ini partai tersebut belum menentukan sikap dalam usung-mengusung cagub-cawagub.
Sembari berharap datangnya dukungan PKS, KPP meminta
kepada KPUD daerah ini dapat menunda waktu pelaksanaan Pilkada dan memberi kesempatan kepada parpol kecil menyiapkan calon gubernur dan wakil gubernur.
Syaipul Bakhori
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|