|
Sumatera Utara
Melani Masih Terus Dicari
Sabtu, 02 April 2005 | 17:54 WIB
TEMPO Interaktif, Gunung Sitoli: Pencarian terhadap Melani, gadis remaja 15 tahun yang tertimbun di rumahnya yang berlantai tiga di Jalan Sudirman No. 46 depan Pasar Nou atau Pasar Beringin, Gunung Sitoli, masih terus dilakukan hingga Sabtu (2/4). Aparat TNI, polisi dan tentara Singapura masih berusaha menemukan Melani yang dikabarkan masih hidup.
Melani menjadi perhatian, karena dua hari setelah gempa, dia menelepon temannya bernama Chaterin dan mengabarkan dirinya masih hidup dan membutuhkan pertolongan. Siang harinya, Rabu (30/3) aparat TNI dan polisi melakukan pencarian tapi tidak berhasil.
Sorenya, sekitar pukul 18.30 WIB, telepon seluler Chaterin siswa kelas II SMP Bunga Mawar Gunung Sitoli mendapatkan pesan pendek dari Melani yang berbunyi: “Saya sudah telepon ke pak Sihura (guru matematika) bapak meninggal tapi saya masih hidup”. Beberapa tentara dan seorang teman Melani yang juga mendapat pesan pendek, Binawan, mencoba berteriak-teriak di sekitar reruntuhan rumah Melani, tapi tidak ada jawaban.
Pada Kamis (31/3) pagi, tentara datang membawa alat berat, tapi tetap gagal menembus bangunan karena konstruksinya sangat kokoh itu. Siang harinya, giliran tentara Singapura yang mencoba menolong dengan membawa pendeteksi kehidupan. Namun tidak juga ditemukan tanda kehidupan di reruntuhan itu. Mereka mencoba membongkar timbunan hingga malam, tapi tidak menemukan apapun.
Jumat kemarin (1/4), tentara Singapura kembali mencoba, namun gagal juga. Sedangkan, aparat TNI berhasil mengevakuasi ayah Melani yang ditemukan tewas membusuk.
Pada Jumat tengah malam, aparat Singapura mencoba datang ke lokasi kejadian setelah ada kabar dari keluarga Melani di Jakarta, yang juga menerima pesan pendek dari Melani bahwa ia masih hidup. “Orang pintar yang kami tanya mengatakan dia masih hidup dalam posisi duduk di kursi dalam kondisi sangat lemas,” kata Yuliana, warga Tangerang, Banten yang datang pada Rabu bersama dua kakak Melani yang tinggal di sana.
Hari ini Sabtu (2/4), aparat TNI berhasil mengevakuasi mayat Roni, 6 tahun, sepupu Melani. “Kami juga sudah menemukan Agnes (ibu Roni) tapi susah diangkat karena posisi badannya terjepit tumpukan beton, “ kata Hambali salah seorang Marinir kepada Tempo.
Hingga hari ini, yang masih tertinggal dalam rumah itu adalah Ibu Melani (Susanti), Adik Melani (Alex, 5 tahun), Melani, Agnes, dan suami Agnes, serta pekerja rumah tangga keluarga orang tua Melani. Pada Rabu siang (30/3), Fani, Leli dan Dedi (sepupu Melani yang sedang berlibur di rumahnya) ditemukan selamat. Aparat TNI masih coba mencari jenazah yang masih terkubur dan berharap Melani masih hidup.
Ketika tengah melanjutkan pembongkaran rumah itu, seorang tentara marinir, Mahmud mendengar suara perempuan menyebut nama orang lain. “Sepertinya ia (Melani) sudah mulai stres sehingga menyebut nama orang lain. Tapi saya yakin ia masih hidup karena ada suara dari dalam rumah,” kata Mahmud.
Istiqomatul Hayati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|