|
Sumatera Utara
Jusuf Kalla: Kesulitan Evakuasi Karena Alat Berat Minim
Sabtu, 02 April 2005 | 16:19 WIB
TEMPO Interaktif, Gunung Sitoli: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tiga hal yang harus segera dilakukan dalam tanggap darurat bencana gempa di Nias, yaitu evakuasi korban, ketersediaan makanan dan air bersih, serta pengobatan. Hal itu dikatakan Wakil Presiden ketika berkunjung ke kawasan bencana di Nias, sebagai Ketua Bakortanas (Badan Koordinasi Ketahanan Nasional). "Evakuasi korban sudah dilakukan, tapi memang agak susah karena alat berat sulit didatangkan kesini," kata Kalla kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Nias usai rapat evaluasi, Sabtu (2/4).
Sedangkan untuk ketersediaan makanan bagi pengungsi dan korban gempa, relatif tersedia, tapi terhambat pendistribusiannya. Sejak bencana, pemerintah sudah menambah lima kapal kecil untuk mengangkut bahan pangan dan bantuan dua helikopter dari Australia.
Sedangkan untuk kesehatan dan pengobatan, menurut Kalla, sudah didistribusikan banyak obat-obatan, dokter dan rumah sakit lapangan pun sudah siap. Pemerintah, juga siap menyediakan tenda-tenda untuk para pengungsi yang tidak memiliki tempat tinggal lagi.
Pemerintah, kata dia, akan memberikan bantuan bahan bangunan untuk merehabilitasi rumah rusak.
Adapun sarana seperti listrik, Wapres menjanjikan dalam satu minggu ini listrik akan menyala 30 persen. Untuk besok, ia menjanjikan sepuluh persen rumah-rumah sudah bisa kembali mendapat aliran listrik. "Kalau kembali normal, kira-kira tiga bulan lagi," katanya.
Sarana lain yang penting, yakni kebutuhan air minum. Kalla menjanjikan aliran air bersih akan pulih kembali dalam waktu satu bulan. "Dalam waktu satu dua hari akan datang lima tanki air yang diditribusikan dari Sibolga," kata Wapres.
Masih menurut Kalla, pengungsi akan didata ulang untuk menentukan mana yang benar-benar perlu dibantu. Wapres menegaskan, setiap bencana yang terjadi di Indonesia akan diperlakukan sama. Pernyataan ini menepis anggapan bahwa pemerintah telah membedakan penanganan bencana di Aceh dengan daerah lain.
Bencana di Aceh ditangani langsung ketua Bakortanas dan sebagai pelaksana harian Menko Kesra, Alwi Shihab, karena pemerintah daerah di tingkat I dan II Nanggro Aceh Darussalam benar-benar lumpuh. Adapun bencana di Nias, kelumpuhan hanya terjadi di pemerintah tingkat Kabupaten. "Kalau di tingkat provinsi kan masih jalan, sehingga gubernur yang memegang kendali," katanya.
Kalla menolak menyebutkan biaya yang akan dikeluarkan untuk merehabilitasi bencana di Nias. Sebab, pemerintah harus menghitung dahulu berapa jumlah kerugian, baru bisa menentukan indeks seperti halnya yang dilakukan di Aceh. Wapres menekankan, pemerintah tidak akan mengganti kerusakan, tetapi hanya membantu.
Turut mendampingi Wapres ke Nias, Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan wakil Ketua MPR Aksa Mahmud. Ikut pula Ketua Satgas Tanggap Darurat Bencana di Nias Gubernur Tengku Rizal Nurdin.
Istiqomatul Hayati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|