Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ratusan Ayam di Jambi Mati

Warga Khawatir Terjangkit Flu Burung
Selasa, 29 Maret 2005 | 12:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jambi:

Sedikitnya seratus ekor ayam ternak milik Sujarwo, peternak ayam potong di kawasan RT 10, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, minggu lalu mati tanpa diketahui penyebabnya. Menurut Sujarwo, ia terkejut menemukan ayamnya dalam satu kandang mati. "Saya benar-benar terkejut. Jangan-jangan virus Avian Influenza (flu burung) telah mewabah di sini", katanya kepada Tempo, Selasa (29/3). Akibat kejadian ini, Sujarwo merugi jutaan rupiah.

Ia khawatir karena sebelumnya mendengar berita di media mengenai merebaknya flu burung. "Cuma, dalam beberapa hari ini saya sedikit merasa tenang, sebab yang mati hanya di satu kandang. Ayam saya di dua kandang lainnya aman, meski jarak antarkandang berdekatan,” kata dia lagi.

Sujarwo sudah melaporkan temjuan ini ke Dinas Peternakan setempat, petugas pun sudah mengambil sampel untuk diteliti.

Nasib serupa menimpa salah seorang pedagang ayam potong di kawasan pasar Angso Duo Jambi. Menurut ibu yang tak mau disebutkan jati dirinya ini, beberapa hari lalu 30 ekor ayamnya mati sebelum ia potong. "Ayam itu tiba-tiba mati, tanpa gejala apa-apa. Apa karena flu burung, ya,” tanya dia.

Untuk mencegah menyebarnya flu burung, aparat terkait di Jambi telah membentuk tim Komisi Penyuluh Pertanian Provinsi. Tim ini beranggotakan petugas dari Dinas Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan dan Dinas
Perikanan. Dari kunjungan ke lapangan, tim menemukan banyak ayam ternak
milik masyarakat yang mati.

Meski demikian, tim belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian tersebut. "Kami
masih menunggu hasil diagnosa laboratorium. Sampel sudah kita kirim ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat, untuk diteliti. Tapi hasilnya belum kita ketahui," kata Andreas, Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Provinsi Jambi.

Andreas meminta masyarakat Jambi untuk tidak resah. “Kalau pun flu burung berjangkit,” kata dia, “ayam yang terinfeksi masih dapat dikonsumsi, asal dimasak dengan benar, yaitu dengan suhu minimal 80 derajat celsius selama satu menit,” kata Andreas. Telur pun, ia menambahkan, aman dimakan dengan cara memasak yang sama selama minimal 4,5 menit.

Syaipul Bakhori, Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Flu Burung di Sulawesi Selatan Sudah Bisa Diatasi
Penurunan Penjualan Ayam Kampung Terjadi di Dua Pasar
“Pinrang dan Pare-Pare Bebas Flu Burung”
Jabar Masih Pasok Ayam untuk Jakarta
Ribuan Burung Puyuh di Solo Mati
Bogor Suntik 3,5 Juta Unggas
Dana Kompensasi Juga untuk Flu Burung
Sutiyoso: Hati Hati Mengkonsumsi Daging Ayam
Jakarta Utara Masih Aman Flu Burung
Nelayan Kepulauan Seribu Keluhkan Mahalnya Harga Solar
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data