Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Muaraenim Akan Bangun PLTU Terbesar di Asia Tenggara
Senin, 28 Maret 2005 | 14:17 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Kabupaten Muarenim, Sumatera Selatan, dalam waktu dekat akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang (Power Plant) terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 4x600 mega watt (MW). Jika pembangkit listrik ini rampung, maka daya listriknya dapat memasok energi tidak hanya untuk Sumatra, tapi juga untuk keperluan listrik seluruh Jawa dan Bali melalui jaringan interkoneksi

“Jika proyek ini selesai maka krisis listrik di Sumsel segera bereakhir dan tidak akan ada lagi keluhan kekurangan daya listrik,” ujar Drektur Utama PT Sarana Pembangunan Muaraenim (SPME) , Syamsul Bahri, Senin (28/3). Rencananya pembangkit ini akan dibangun di Bangko Tengah Kecamatan Lawang Kidul.

Pembangunan pembangkit listrik ini akan menelan dana US$1,6 miliar dan akan digarap oleh perusahaan listrik dari Cina. Sekitar enam bulan lalu, manajemen PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PT. BA) dan PT. PLN persero telah menandatangani naskah kesepakatan (MoU) untuk bekerja sama dengan perusahaan Cina.

Untuk merealisasikan itu, kata Syamsul, Gubernur Sumsel Syahrial, Bupati Muara Enim Kalamudin dan dirinya sudah melakukan kunjungan ke Cina pekan lalu dan bertemu dengan para investor dan mitra kerja. “Rencana itu mungkin bisa direalisasikan tahun ini,” kata Syamsul.

Sementara itu, SPME yang merupakan perusahaan daerah milik kabupaten Mauraenim akan melakukan joint venture dengan BA untuk menambang batu bara dan pembangunan pembangkit listrik. Pasokan batu bara untuk pembangkit listik itu berasal dari produksi batu bara yang dikelola kerjasama dengan SPME dan BA di lahan seluas 30 ribu hektare yang merupakan kawasan pertambangan milik Pemkab Muaraenim.

“Kawasan pertambangan itu berada di wilayah Bangko Tengah yang meliputi dua kecamatan yaitu Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjungagung,” kata Syamsul. Saat ini kawasan itu diteliti dan rencananya selesai Juli 2005. Jika telah rampung pengolahan lahan (eksploitasi) bisa segera dimulai.

“Diharapkan Sumsel tidak akan mengalami krisis listrik lagi seperti sekarang ini,” kata Syamsul. Pembangunan PLTU Mulut Tambang ini merupakan aplikasi dari Sumsel Lumbung Energi yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono.l arif ardiansyah




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk23 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data