Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kepulauan Riau

Asal Tafsir Divonis 3 Tahun
Kamis, 24 Maret 2005 | 12:15 WIB

TEMPO Interaktif, Batam:Masud Simanungkalit, 50 tahun, Rabu (24/03)divonis tiga tahun penjara di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau. Masud, menurut Ketua Majelis Hakim Janatul Firdaus, bersalah karena telah salah menafsirkan Alquran.

Masud menerbitkan buku berjudul "Kutemukan Kebenaran Sejati dalam Alquran". Dalam Buku setebal 25 halaman itu, Masud menyelewengkan dua kalimat syahadat, dari Ashadu Anla iilaha ilallah Waashadu Anna Muhammadar Rusullah diubah menjadi Ashadu anla illaha ilallah Waashadu Anna Isa Mahdiyah Rasulullah. Selain itu dalam tafsir itu Masud menyebuta Allah Bapak di Surga. "Dalam Islam itu tidak ada,"kata Hakim Janatul. Dalam buku yang disebarluaskan atas nama Yayasan Al Hanif, menurut hakim, Masud menafsirkan secara salah surat Yasin.

Menafsirkan Alqur'an, kitab suci umat Islam, menurut Hakim Jannatul, tak bisa dilakukan sembarang orang. Apalagi penafsiran itu dijadikan buku guna disebarluaskan. Sebab bisa memicu kemarahan umat dan berunjung permusuhan antar umat beragama. Majelis Hakim menilai Masud telah melanggar pasal 156a huruf a jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang penodaan agama.
"Masud Simanungkalit dengan sengaja melakukan perbuatannya serta tidak sedikitpun merasa menyesal atas perbuatannya,"kata Hakim Jannatul.

Memang terdakwa sempat mengirim surat permintaan maaf kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam. Namun tak sedikitpun merasa bersalah. Bahkan dalam surat tersebut Masud minta agar MUI menyetujui Islam Al Hanif yang didirikannya.

Ashari Abbas, Ketua MUI Batam menyatakan, putusan hakim itu cukup bagus dan memuaskan. Sebab, sepengetahuannya, Masud Simanungkalit bukan beragama Islam. Dalam persidangan terdakwa mengaku masuk agama Islam setahun yang lalu. "Orang beragama Islam saja belum tentu bisa menafsirkan Alqur\'an , apalagi agama lain,"kata Ashari.

Masud Simanungkalit, sebelumnya berprofesi sebagai wartawan Harian Angkatan Bersenjata dan kemudian menjadi karyawan Otorita Batam. saat didekati Tempo tak mau berkomentar banyak. "Apa khabar,bang?"katanya singkat sambil menuju kamar tahanan yang akan didiaminya sekitar 3 tahun.

Rumbadi Dalle

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Coretan hujatan di dinding Mushola jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia/LDII, Pringabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat/ NTB, Senin, 1 Oktober 2002. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20021217]
Mushola LDII Butyang

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gara-gara Karikatur Polisi Geledah Rumah PU Harian Sinar Indonesia Baru
Menteri Agama: Kasus "Sang Timur" Selesai
Kak Seto Fasilitasi Penyelesaian Kasus Sang Timur
Pihak Kementrian Kesra Kunjungi Sang Timur
Menko Kesra Minta Menteri Agama Tangani Kasus Sang Timur
Gus Dur: Kasus Sang Timur Berbau Politik
Gus Dur Perintahkan Banser untuk Menjaga Sang Timur
Tiga Warga Karang Tengah Diciduk Polisi
Gus Dur Kunjungi Sang Timur
Tembok Sang Timur Dirobohkan
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Agama


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Soekarwo Dekati Persatuan Guru Republik Indonesia
Presiden Buka Puasa di Kediaman Ketua DPD
Indonesia Diminta Garap Energi Iran
Calon Haji Samarinda Mengantre Lima Tahun
MUI dan NU: Kuis SMS Ramadan Itu Judi

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data