|
Investor Listrik Mulai Lirik Sumsel
Selasa, 15 Maret 2005 | 15:24 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Sejak dicanangkannya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai lumbung energi nasional, minat investor swasta membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang (mine mouth captive power) di daerah ini terus bertambah. Saat ini ada 10 proyek PLTU mulut tambang tengah dan akan dibangun dalam empat tahun ke depan dengan nilai investasi mencapai 1.300 juta dolar AS.
”Saya sekarang kewalahan melayani permintaan investor. Mereka antre, tapi saya akan mengutamakan investor yang benar-benar serius, sebab selama ini hanya sebatas (membuat) MoU (memorandum of understanding,red) saja, tak ada kelanjutannya,” kata Gubernur Sumsel Syahrial Oesman, kemarin (14/3).
Menurut Gubernur, meningkatnya minat investor menanamkan modal di daerahnya itu merupakan dampak diberikannya predikat Sumsel sebagai lumbung energi nasional oleh Presiden Yudhoyono beberapa waktu lalu.
Dijelaskan Syahrial, potensi cadangan batubara sebesar 7,89 miliar ton, banyak tersebar di beberapa kabupaten yang diperkirakan dapat memproduksi energi litrik sebesar 17.940 triliun watt hour (TwH). 10 proyek PLTU mulut tambang yang tengah dan akan dibangun dalam empat tahun ke depan adalah PLTU Banjarsari, Ogan Komering Ulu dan Musirawas dengan kapasitas 2 X 100 Mw, PLTU Malam 2 X 600 Mw dan 3 X 100 Mw
oleh investor PT Tri Aryani, PLTU 4 X 600 Mw Bangka-Banko, PLTU 2 X 100 Mw oleh PT Bumi Daya Nusantara, PLTU 2 X 100 Mw oleh PT Sriwijaya Bintang Tiga Energi dan PLTU 2 X 100 Mw PT Energi Musi Makmur.
Kebutuhan investasi PLTU mulut tambang, menurut Gubernur Sumsel, untuk operasi sampai 2009 dengan total daya 1000 Mw diperkirakan mencapai US$ 1.300 juta. Dengan pembangunan PLTU mulut tambang, maka produksi batubara meningkat dari 10 juta ton per tahun menjadi 15 juta ton. ”Sumsel bisa dapat royalti sebagai pendapatan asli daerah sebesar Rp 40 miliar,” kata Gubernur. l arif ardiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|