Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kapal MT Trisamudra Dibajak
Selasa, 15 Maret 2005 | 15:07 WIB

TEMPO Interaktif, Dumai:Perompak yang diduga anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menyaru sebagai nelayan (12/3) membajak kapal MT Trisamudra milik PT Humpuss Intermoda Transportasi di Selat Malaka, tepatnya diantara Pulau Berhala dan Pulau Tandang, Sumatera Utara. Perompak merampas uang Rp 5 juta dan menyandera nahkoda kapal MT Trisamudra, Wade Narimed, 40 tahun dan kepala mesin kapal Andi Sulaiman, 37 tahun, dengan meminta tebusan sebesar Rp 2 miliar.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Dumai Letkol Nora Lelyana mengatakan, pembajakan bermula ketika mualim satu jaga dari anjungan kapal melihat kapal nelayan berwarna merah dengan grotonase sekitar 90 ton. Kapal nelayan yang ternyata perompak itu memotong haluan kapal MT Trisamudra yang mengangkut 1,2 juta metrik ton lebih gas metanol itu sebanyak dua kali, dan berhenti 10 meter di sebelah kanan lambung kapal.

Oleh mualim, kapal perompak itu diminta menjauh dari kapal. Tapi tanpa diduga kapal nelayan itu melepas tembakan ke anjungan dan mengenai kaca anjungan di lambung kapal. Sembari melepas tembakan, mereka merapat ke MT Samudra yang bertolak dari Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur pada 6 Maret menuju Pelabuhan Belawan, Medan.

Wade sempat mengintruksikan Samudra menabrak kapal perompak itu. Tapi perompak melawan dengan melepas tembakan yang mengenai dinding kapal hingga menembus anjungan sembari memaksa Samudra berhenti. Setelah berhenti, dua perompak memasuki Samudra dan menodongkan senjata laras panjang. Mereka menyuruh seluruh anak buah kapal yang berjumlah 14 orang itu berkumpul. Mereka lalu menyandera Wade dan Sulaiman sembari memperbaiki kapal yang rusak akibat ditabrak Samudra.

Setelah kapalnya siap, para perompak membawa Wade dan Sulaiman serta mengintruksikan para anak buah kapal Trisamudra tidak melanjutkan perjalanan ke Belawan. Tapi dialihkan ke perairan Lhokseumawe, Aceh. Mereka mengancam, kalau perintah itu tidak diikuti, Samudra akan diledakkan dengan roket.

Perintah perompak itu tidak ditaati Samudra yang diam-diam menuju ke Bengkalis, Riau. "Samudra akhirnya ditemukan kapal Tedung milik TNI AL yang dikomandani Kapten Slamet Nurdiharto di Sungai Pakne, Bengkalis, 14 Maret sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Nora.

Hingga kemarin, perompak yang diperkirakan berjumlah 30 orang bersama dua sandera itu belum diketahui rimbanya. “Lanal Dumai sedang menyusuri perairan Riau, khususnya Pulau Jemur, yang diduga dijadikan tempat perlarian sementara para perompak,” ujar Nora. Samudra kini dalam penjagaan Lanal Dumai dan Adpel Bengkalis. 12 anak buah kapal itu mengalami trauma berat. l evalisa siregar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data