|
Jawa Madura
Angkutan Umum di Palembang Mogok
Kamis, 03 Maret 2005 | 11:45 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Ratusan mobil angkutan umum berbagai jurusan dan trayek di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mogok. Mereka meminta pemerintah daerah menaikkan ongkos angkutan umum sebesar 50 persen dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500 per penumpang. Alasan mereka, kenaikan harga bahan baker minyak sangat merugikan para sopir.
Para awak angkutan juga meminta surat keputusan kenaikan tarif segera diumumkan kepada masyarakat karena selama dua hari ini penumpang masih membayar ongkos yang lama yaitu Rp 1.000. "Kenaikan 50 persen itu wajar, karena semua barang-barang naik, termasuk setoran juga naik," kata Ahmad Idrus, seorang sopir jurusan Ampera-Pakjo.
Ratusan mobil angkutan dari berbagai jurusan seperti Ampera-Km 5, Ampera-Perumnas mendatangi gedung DPRD di Jalan Kampus. Mereka memarkir kendaraannya di halaman parkir DPRD sehingga memacetkan jalan-jalan sekitar.
Akibat pemogokan, ratusan warga tampak menumpuk di beberapa ruas jalan dan terminal karena tidak terangkut. Sebagian mereka akhirnya memilih angkutan lain seperti ojek dan becak, atau berjalan kaki. Namun, penarik becak dan ojek menggunakan kesempatan untuk memasang tarif mahal.
Sampai saat ini, aksi mogok masih berlangsung dan ratusan kendaraan masih terus mendatangi ke gedung dewan. Aparat tampak berjaga di sekitar gedung dewan, sementara anggota dewan belum satu pun menemui para sopir. (Arif Ardiansyah)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|