Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Belasan Perusahaan Asing di Batam Tak Jelas Alamatnya
Rabu, 02 Maret 2005 | 21:53 WIB

TEMPO Interaktif, Batam:Sedikitnya lima belas perusahaan asing (PMA) di Batam tidak memiliki alamat jelas sehingga menyulitkan instansi terkait sulit untuk menghubungi. Akibatnya banyak perusahaan yang hengkang kemudian menelantarkan pekerjanya.

Nilai investasi perusahaan asing yang tak jelas alamatnya itu mencapai US$ 26,412 juta dan mempekerjakan sekitar 12 ribu karyawan. Perusahaan-perusahaan itu umumnya bergerak di bidang industri perakitan elektronik.

“Ini merugikan pekerja di Batam,” kata David Octaveria, Direktur Pro Data kepada Tempo, kemarin di ruang kerjanya. Perusahaan Singamip dan Singacom, misalnya, tidak membayar pesangon sekitar 500-an pekerja dan upah serta tunjangan selama lima bulan.

Pesangon pekerja baru dibayar setelah aset Singamip dan Singacom dijual atas keputusan bersama Pemko Batam, Otorita Batam, dan DPRD Kota Batam. Tapi, semuakebagian uang pesangon hasil penjualan asset perusahaan. Ada sekitar 80-an pekerja dari Singamip dan sekitar 420-an dari PT.Singacom yang belum mendapat haknya. “Saya sudah bekerja empat tahun,” kata Mariani, salah seorang yang belum mendapat pesangon itu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Firma Marpaung mengakui belum tuntasnya masalah bekas karyawan PT.Singamip dan Singacom tersebut. Namun pihaknya tidak akan tinggal diam.“Akan kita selesaikan dalam waktu dekat ini,” kata Marpaung.

Denny, Ketua Serikat Pekerja Indonesia ( SPSI ) Cabang Batam mengakui banyaknya perusahaan yang tidak memiliki alamat di Batam. Sehingga bila merasa rugi, langsung kabur tanpa menyelesaikan kewajibannya terhadap karyawan. “Sebaiknya pihak terkait harus memasukkan petingginya dalam daftar hitam, dan tidak memberi kesempatan berusaha di Indonesia,” kata Denny geram. l rumbadi dalle


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Desain Terminal Bandara Depati Amir Selesai Oktober
Keliling Dunia KPU Dinilai Tak Efektif
Maradona Anggap Blatter Budak
Perpres Penataan Ruang Megapolitan DIsambut Baik
Calon Legislator Muda Rentan Disuap

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data